Pabrik BYD Subang Gunakan Otomasi Tinggi, Manusia Tetap Jadi Penjaga Kualitas
Pabrik BYD di Subang menerapkan otomasi canggih dalam produksi mobil listrik, namun pekerja manusia tetap diperlukan untuk pengawasan dan validasi kualitas proses.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 17.30 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 15x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Di kawasan Subang Smartpolitan Industrial Park, pabrik BYD beroperasi dengan tingkat otomasi yang tinggi, mengandalkan sistem robotik dalam berbagai tahap manufaktur. Proses perakitan dimulai dari chassis yang bergerak melalui konveyor tergantung, dengan setiap langkah dipantau secara otomatis oleh sistem digital. Sistem ini mampu mendeteksi kesalahan secara real-time, seperti keliru pengencangan baut, dan mencatat seluruh data produksi yang dapat disimpan hingga 20 tahun untuk keperluan audit dan pelacakan kualitas.
Pada lini interior, robot berlengan empat bertugas memasang kaca depan dan belakang dengan presisi tinggi, sementara peralatan robotik membantu mengencangkan roda dengan berbagai konfigurasi, mulai dari empat hingga enam baut. Teknologi ini memungkinkan fleksibilitas produksi tanpa mengorbankan akurasi. Seluruh proses dikendalikan oleh sistem terintegrasi yang meminimalkan intervensi manual, namun tetap memerlukan kehadiran tenaga manusia untuk memastikan konsistensi hasil akhir.
Meskipun robot menangani sebagian besar tugas, pekerja tetap menjadi bagian krusial dalam proses produksi. Mereka bertugas mengoperasikan mesin, memantau kinerja robot, melakukan pengecekan hasil kerja, serta menempatkan material seperti pelat dan peredam suara. Di bagian underbody coat, misalnya, operator melakukan inspeksi visual dan teknis untuk memastikan lapisan pelindung teraplikasi merata dan sesuai standar.
Tujuan utama dari penerapan otomasi ini adalah meningkatkan ketelitian, efisiensi, dan konsistensi kualitas produk secara berkelanjutan. Namun, keberadaan manusia tetap diperlukan sebagai pengawas dan penjamin kualitas, menunjukkan bahwa kolaborasi antara teknologi dan tenaga kerja manusia menjadi fondasi utama dalam industri manufaktur modern.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dorong transformasi madrasah menuju lingkungan belajar inklusif, aman secara digital, dan berkeadilan melalui kolaborasi semua pihak.
24 Oktober 2026
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Kontingen Sulawesi Utara keluar sebagai juara umum Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi ke-60 Seri 2 tahun 2026, mengamankan Piala Presiden dalam perhelatan nasional.
24 Oktober 2026

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Studi menunjukkan bahwa kebahagiaan dapat dibangun melalui gaya hidup sehat, interaksi sosial, dan tujuan jangka panjang.
24 Oktober 2026

Pupuk Indonesia Dorong Ketahanan Pangan Lewat Irigasi Berkelanjutan
Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan sistem irigasi di lima daerah, termasuk Gunungkidul, untuk tingkatkan produktivitas pertanian di lahan tadah hujan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

Honda Bikers Day 2026 Tancapkan Semangat Kebangkitan di Ambarawa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.10 WITA

