Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pabrik BYD Subang Gunakan Otomasi Tinggi, Manusia Tetap Jadi Penjaga Kualitas

Pabrik BYD di Subang menerapkan otomasi canggih dalam produksi mobil listrik, namun pekerja manusia tetap diperlukan untuk pengawasan dan validasi kualitas proses.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 17.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pabrik BYD Subang Gunakan Otomasi Tinggi, Manusia Tetap Jadi Penjaga Kualitas
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Di kawasan Subang Smartpolitan Industrial Park, pabrik BYD beroperasi dengan tingkat otomasi yang tinggi, mengandalkan sistem robotik dalam berbagai tahap manufaktur. Proses perakitan dimulai dari chassis yang bergerak melalui konveyor tergantung, dengan setiap langkah dipantau secara otomatis oleh sistem digital. Sistem ini mampu mendeteksi kesalahan secara real-time, seperti keliru pengencangan baut, dan mencatat seluruh data produksi yang dapat disimpan hingga 20 tahun untuk keperluan audit dan pelacakan kualitas.

Pada lini interior, robot berlengan empat bertugas memasang kaca depan dan belakang dengan presisi tinggi, sementara peralatan robotik membantu mengencangkan roda dengan berbagai konfigurasi, mulai dari empat hingga enam baut. Teknologi ini memungkinkan fleksibilitas produksi tanpa mengorbankan akurasi. Seluruh proses dikendalikan oleh sistem terintegrasi yang meminimalkan intervensi manual, namun tetap memerlukan kehadiran tenaga manusia untuk memastikan konsistensi hasil akhir.

Meskipun robot menangani sebagian besar tugas, pekerja tetap menjadi bagian krusial dalam proses produksi. Mereka bertugas mengoperasikan mesin, memantau kinerja robot, melakukan pengecekan hasil kerja, serta menempatkan material seperti pelat dan peredam suara. Di bagian underbody coat, misalnya, operator melakukan inspeksi visual dan teknis untuk memastikan lapisan pelindung teraplikasi merata dan sesuai standar.

Tujuan utama dari penerapan otomasi ini adalah meningkatkan ketelitian, efisiensi, dan konsistensi kualitas produk secara berkelanjutan. Namun, keberadaan manusia tetap diperlukan sebagai pengawas dan penjamin kualitas, menunjukkan bahwa kolaborasi antara teknologi dan tenaga kerja manusia menjadi fondasi utama dalam industri manufaktur modern.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya