Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Australia Siapkan Hak Pilih Matikan Rekomendasi Algoritma Medsos

Pemerintah Australia akan wajibkan platform digital beri opsi nonaktifkan algoritma rekomendasi, demi kesejahteraan pengguna dan transparansi digital.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 19.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Australia Siapkan Hak Pilih Matikan Rekomendasi Algoritma Medsos
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Australia kini sedang menyusun regulasi baru yang mewajibkan perusahaan media sosial menyediakan pilihan bagi pengguna untuk menonaktifkan sistem rekomendasi berbasis algoritma di feed mereka. Aturan ini menjadi bagian dari upaya lebih luas untuk memperkuat perlindungan digital, terutama dalam menghadapi dampak negatif dari konten yang dipersonalisasi secara intensif. Menteri Komunikasi Anika Wells menegaskan bahwa keputusan ini didorong oleh kebutuhan untuk memberikan kontrol lebih besar kepada publik atas pengalaman digital mereka.

Wells menekankan bahwa meskipun sebagian besar pengguna merasa algoritma memberi manfaat, seperti konten relevan dan pengalaman lebih personal, tetap penting untuk menjamin hak pilihan sejak awal. “Big Tech harus menyediakan opsi tersebut, dan menghormati keputusan pengguna tanpa tekanan atau kebijakan tersembunyi,” ujarnya, menegaskan bahwa pilihan itu bukan sekadar fitur tambahan, melainkan hak dasar dalam ekosistem digital yang sehat.

Di tengah pengembangan aturan ini, oposisi menunjukkan sikap hati-hati. Anggota parlemen Angus Taylor menyatakan koalisi belum menerima rancangan undang-undang resmi dan menyatakan kekhawatiran terhadap potensi pengaruh regulasi terhadap kebebasan berekspresi. “Saya skeptis terhadap tujuan pemerintah. Hingga saat ini, belum ada kejelasan, dan kita perlu melihat isi rancangan sebelum menilai,” katanya, menekankan perlunya transparansi dan evaluasi menyeluruh.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari kebijakan protektif yang telah diterapkan sejak Desember, ketika Australia melarang anak di bawah 16 tahun menggunakan media sosial. Aturan tersebut menjadi yang pertama di dunia dalam skala besar untuk melindungi generasi muda dari bahaya perundungan daring dan eksposur terhadap konten ekstrem yang dipicu algoritma. Meski demikian, data terbaru menunjukkan bahwa penggunaan platform seperti Instagram dan TikTok tetap tinggi di kalangan remaja, menandakan perlunya pendekatan yang lebih komprehensif.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya