Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pabrik BYD Subang Resmi Beroperasi, Serap 5.000 Tenaga Kerja Lokal

Pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, resmi beroperasi dengan menyerap 5.000 pekerja lokal, menjadi pusat produksi kendaraan listrik terbesar di Indonesia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 16.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pabrik BYD Subang Resmi Beroperasi, Serap 5.000 Tenaga Kerja Lokal
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pabrik manufaktur BYD yang berlokasi di Subang, Jawa Barat, secara resmi mulai beroperasi, menandai tonggak penting dalam transformasi industri otomotif nasional. Fasilitas seluas 126 hektare ini kini berfungsi sebagai pusat produksi kendaraan listrik murni dan hybrid, dengan kapasitas maksimal mencapai 150.000 unit per tahun. Proses produksi meliputi empat tahap utama: pengepresan, pengelasan, pengecatan, dan perakitan, yang dijalankan dengan standar teknologi tinggi.

Dalam peresmian yang dilakukan secara langsung, General Manager BYD Asia Pacific Auto Sales Division, Liu Xueliang, menegaskan bahwa pabrik tersebut telah menyerap 5.000 pekerja lokal dari berbagai daerah di Indonesia. Ia menilai kualitas tenaga kerja lokal sebagai salah satu kunci keberhasilan operasional, menekankan kerja keras dan komitmen tinggi dari seluruh pekerja yang terlibat. Jumlah tersebut diproyeksikan meningkat signifikan hingga sekitar 20.000 orang saat pabrik mencapai kapasitas penuh.

Pembangunan fasilitas ini dilakukan dengan investasi belasan triliun rupiah, menunjukkan komitmen serius BYD dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air. Selain memenuhi kebutuhan produksi domestik, pabrik ini juga menjadi fondasi pengembangan industri otomotif berbasis teknologi tinggi. Liu menegaskan bahwa fasilitas ini kini menjadi basis produksi mobil energi baru 100 persen terbesar di Indonesia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyambut baik peresmian tersebut sebagai awal dari transformasi lebih luas. Ia menekankan pentingnya pengembangan ekosistem kendaraan listrik dari hulu hingga hilir, termasuk pengolahan bahan baku, produksi baterai, pemasaran domestik, hingga daur ulang. Ia berharap BYD dapat memperkuat keterkaitan antar sektor, serta memperbesar keterlibatan pelaku industri dalam negeri sebagai pemasok dan komponen.

Hingga kini, beberapa model seperti Atto 1, M6 EV, dan M6 DM telah diproduksi secara lokal di fasilitas tersebut. Peresmian pabrik dinilai sebagai momentum strategis, bukan hanya untuk memperluas pasar kendaraan listrik, tetapi juga untuk memperkuat kapasitas manufaktur dalam negeri.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya