Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pabrik Ilegal Tramadol Bandung Mampu Produksi 8 Juta Butir Harian

Polisi mengungkap pabrik ilegal obat keras di Bandung yang mampu memproduksi hingga 8 juta butir obat per hari, dengan pengungkapan berawal dari penangkapan di tol dan melibatkan lima tersangka.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 21.08 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 28x dibuka
Pabrik Ilegal Tramadol Bandung Mampu Produksi 8 Juta Butir Harian📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pihak kepolisian berhasil menggagalkan operasi pabrik obat keras terbatas di kawasan pergudangan Bizpark, Kota Bandung, dalam penggerebekan yang dilakukan pada Minggu petang. Dalam aksi tersebut, petugas menyita ratusan ribu butir obat tramadol dan hexymer siap edar, beserta bahan baku dan peralatan produksi yang menunjukkan skala industri. Dua lokasi berbeda di dalam kompleks pergudangan digunakan sebagai tempat pembuatan ilegal, yang diduga telah beroperasi secara intensif selama kurang lebih 22 hari.

Pengungkapan kasus ini bermula dari penangkapan seorang tersangka di Rest Area KM 125 Tol Purbaleunyi pada Jumat, yang membawa 600 ribu butir hexymer siap edar arah Jakarta. Dari hasil pengembangan penyelidikan hingga hari Minggu, polisi berhasil menangkap empat tersangka lainnya di lokasi yang berdekatan di Bizpark. Kelima tersangka, berinisial P, R, MF, F, dan satu lainnya yang ditangkap di jalan tol, memiliki peran berbeda, mulai dari pengelola, peracik, hingga koordinator distribusi.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Hengki, mengungkapkan bahwa alat-alat produksi yang ditemukan menunjukkan kapasitas produksi mencapai 8 juta butir per hari. Ia menekankan bahwa distribusi obat ilegal ini tidak terbatas di wilayah Jawa Barat, melainkan menjangkau pasar Jakarta dan daerah lain. Penyitaan juga mencakup ton bahan baku prekursor yang disimpan dalam puluhan drum, mesin cetak pemanas, puluhan ponsel, laptop berisi catatan penjualan, serta dokumen rekening yang menjadi petunjuk jejak keuangan ilegal.

Berdasarkan estimasi polisi, bahan baku yang disita memiliki potensi produksi mencapai 256 juta butir obat jenis hexymer dan tramadol. Penyidik kini fokus melakukan pendalaman terhadap jaringan pemasok bahan baku serta jalur distribusi yang lebih luas. Operasi ini menunjukkan seriusnya upaya kepolisian dalam menekan peredaran obat keras terbatas yang berpotensi menimbulkan ketergantungan dan ancaman terhadap keamanan sosial.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya