PATS Samosir Tekan Biaya Irigasi Jadi Nol Rupiah
Penggunaan pompa air tenaga surya di Samosir berhasil menghilangkan biaya bahan bakar, menaikkan frekuensi tanam, dan menopang produktivitas pertanian sekaligus pengurangan emisi.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.00 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Pengoperasian Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Desa Sibonor Ompu Rotus, Kabupaten Samosir, telah berhasil menghilangkan seluruh beban biaya operasional irigasi berbasis bahan bakar fosil. Dengan sistem berbasis tenaga surya, petani tidak lagi memerlukan solar atau Pertalite untuk menggerakkan pompa, sehingga biaya operasional turun menjadi nol rupiah secara langsung. Proyek ini menjadi bukti nyata penerapan teknologi rendah karbon dalam sektor pertanian yang berkelanjutan.
PATS ini mampu mengalirkan air dari Danau Toba dengan debit mencapai 1.900 meter kubik per hari, memberikan pasokan air irigasi yang stabil bagi 82 hektare sawah tadah hujan. Sebelumnya, petani hanya mampu menanam sekali dalam setahun akibat keterbatasan air. Kini, dengan ketersediaan air yang lebih andal, harapan untuk menambah frekuensi tanam hingga dua hingga tiga kali dalam setahun mulai terwujud.
Kementerian PPN/Bappenas menargetkan kenaikan produksi padi dari 50 ton per tahun menjadi 150 ton, tiga kali lipat dari kondisi sebelumnya. Upaya ini sejalan dengan tujuan pengurangan emisi karbon sebesar 10,18 ton CO2 setara per tahun melalui penghapusan penggunaan bahan bakar fosil. Proyek senilai Rp5,7 miliar ini merupakan pilot project dalam program Low Carbon Development Initiative (LCDI) fase II, yang didukung oleh Pemerintah Inggris melalui FCDO.
Koordinasi antar lembaga menjadi kunci keberhasilan proyek ini. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengusulkan lokasi, Pemerintah Kabupaten Samosir dan desa setempat bertanggung jawab atas operasional dan konservasi lahan, sementara lembaga konsultan OPML mengelola pendanaan hibah dari Inggris. Dengan model kolaboratif ini, diharapkan PATS dapat menjadi contoh terapan teknologi ramah lingkungan yang dapat direplikasi di wilayah lain.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Anthropic Soroti Risiko Eksistensial AI dalam Dokumen IPO
Perusahaan pengembang AI Anthropic mengungkapkan potensi ancaman eksistensial dari teknologi buatan dalam prospektus IPO, sekaligus menyoroti ketergantungan pada kebijakan pemerintah AS.
3 Oktober 2026

Pemerintah Perbarui Standar Emas untuk Fasilitas PPN Perhiasan
Pemerintah akan menurunkan standar kadar emas dari 99,99% menjadi 99,9% agar industri perhiasan lebih mudah memanfaatkan fasilitas PPN.
3 Oktober 2026

Menkeu Kenang Langkah Tegas Seda Atasi Hiperinflasi 650 Persen
Menteri Keuangan mengenang keberhasilan Frans Seda menekan inflasi dari 650 persen menjadi 85 persen dalam dua tahun melalui kebijakan fiskal disiplin dan reformasi anggaran.
3 Oktober 2026

Semua Pengambil Keputusan Pro-Growth, Tekankan Keseimbangan Fiskal
Seluruh pemangku kebijakan ekonomi di Indonesia, termasuk jajaran Kemenkeu, berkomitmen pada pendekatan pro-growth dengan tetap menjaga kehati-hatian fiskal.
3 Oktober 2026
Berita Lainnya

Percepatan 6 Program Prioritas di KKP dengan Kepemimpinan Baru
Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.28 WITA

Livin' by Mandiri Capai 42,1 Juta Pengguna dalam Lima Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.27 WITA

Prabowo Bentuk Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi
Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.27 WITA

Inflasi September 2026 Dipicu Cabai, Ayam, dan Kenaikan BBM Non-Subsidi
Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.27 WITA

IHSG Diproyeksikan Melemah Jelang Penutupan Pekan
Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.27 WITA

Sarmuji Resmi Jabat Menteri Perindustrian, Janji Lanjutkan Reformasi
Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kemenhub Wajibkan Direksi Angkutan Umum Sertifikasi Keselamatan
Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.25 WITA

Ruben Onsu Ajukan Hak Asuh Anak Lewat Pengadilan, Minta Hormati Proses Hukum
Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.21 WITA

