PBB Soroti Risiko Kemanusiaan dari AI Militer
PBB memperingatkan bahaya penggunaan kecerdasan buatan dalam militer yang dapat menghilangkan pertimbangan manusia dan memperparah eskalasi konflik global.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 17.35 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 49x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - PBB kembali mengingatkan dunia tentang potensi bencana yang ditimbulkan oleh penerapan kecerdasan buatan dalam operasi militer. Melalui lembaga riset disarmamentnya, UNIDIR menyoroti bahwa semakin banyak negara memanfaatkan AI untuk tugas-tugas kritis seperti analisis intelijen, pelacakan target, pengendalian drone, hingga serangan siber. Meski teknologi ini mampu mempercepat respons militer, risiko terhadap akurasi dan keputusan manusia justru meningkat secara signifikan.
Dalam pernyataan resmi di markas PBB, Direktur UNIDIR Robin Geiss menegaskan bahwa pengalihan otoritas pengambilan keputusan tindakan mematikan kepada mesin berisiko mengabaikan pertimbangan etis dan moral. Ia menekankan bahwa tidak seharusnya mesin menentukan kapan seseorang harus dibunuh, terutama dalam konteks senjata nuklir yang memiliki konsekuensi global. Pernyataan ini menjadi bagian dari seruan berulang oleh Sekretaris Jenderal PBB untuk regulasi ketat terhadap senjata otonom yang mematikan.
Untuk menangani tantangan ini, UNIDIR meluncurkan forum khusus bertajuk Centre of Excellence on AI, Peace and Security. Forum ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan organisasi internasional, guna menyusun kerangka kerja bersama dalam pengembangan teknologi militer berbasis AI. Tujuannya adalah memastikan bahwa inovasi tidak mengorbankan prinsip kemanusiaan dan keterkendalian manusia dalam pengambilan keputusan militer.
Salah satu fokus utama forum adalah penyusunan kamus istilah standar untuk konsep seperti otonomi, keselamatan, dan keamanan dalam sistem AI militer. Dengan definisi yang jelas dan konsisten, diharapkan terjadi komunikasi yang lebih transparan dan akurat antarpihak. Selain itu, forum juga akan memantau potensi penyalahgunaan AI oleh kelompok bersenjata non-negara, termasuk dalam perencanaan operasi, pelaksanaan, dan logistik militer, yang bisa memperluas ancaman keamanan global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Ai Lian Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Perayaan Khusus di Chongqing
Panda raksasa Ai Lian merayakan ulang tahun ke-7 di Taman Tematik Locajoy, Chongqing, dengan menu spesial dan kehadiran pengunjung.
24 Oktober 2026

Militer AS Larang Taruhan Berbasis Informasi Rahasia
Menteri Perang AS melarang keras anggota militer menggunakan informasi sensitif untuk bertaruh di platform prediksi, setelah skandal keuntungan miliaran dari taruhan berbasis intelijen.
24 Oktober 2026

Iran Diklaim Perkuat Aksi Target Warga AS di Berbagai Wilayah
Intelijen AS memperingatkan peningkatan upaya Iran menargetkan warga negara Amerika di Timur Tengah dan sejumlah negara lain, menyusul meningkatnya ketegangan bilateral.
24 Oktober 2026

Jajak Pendapat Akhir Sebelum Pemilu Israel Tunjukkan Kekuatan Oposisi Melonjak
Jajak pendapat terbaru menunjukkan blok Netanyahu anjlok ke 48 kursi, sementara oposisi Yahudi naik ke 54 kursi, menandai pergeseran signifikan menjelang pemilu 27 Oktober.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

