Selasa, 22 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

PBOC Pertahankan Suku Bunga di Level Terendah Sejarah

Bank Sentral China mempertahankan suku bunga acuan pada posisi 3% untuk jangka satu tahun dan 3,5% untuk jangka lima tahun, menandai bulan ke-16 berturut-turut tanpa perubahan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 17.34 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
PBOC Pertahankan Suku Bunga di Level Terendah Sejarah📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bank Sentral Tiongkok kembali mempertahankan tingkat suku bunga acuan pada level terendah dalam sejarah, dengan Loan Prime Rate (LPR) satu tahun tetap di angka 3% dan LPR lima tahun di 3,5%. Keputusan ini dilakukan untuk mempertahankan stabilitas ekonomi domestik di tengah tekanan eksternal dan dinamika pasar keuangan global yang terus berubah. Pemeliharaan suku bunga tersebut merupakan kelanjutan dari kebijakan moneter yang konsisten sejak awal tahun ini.

Pertahanan tingkat bunga ini sesuai dengan perkiraan pasar, meskipun beberapa bank sentral besar lainnya telah mulai menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi. Di tengah kebijakan tersebut, nilai tukar Yuan terus menunjukkan kekuatan, mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Tiongkok. Kondisi ini menunjukkan prioritas PBOC yang menekankan pertumbuhan ekonomi dan dukungan terhadap sektor riil dibandingkan dengan respons terhadap tekanan inflasi.

Keputusan ini juga mencerminkan strategi jangka panjang PBOC untuk mendorong kredit perbankan dan memperkuat aktivitas sektor properti serta industri manufaktur. Dengan suku bunga yang tetap rendah, biaya pinjaman bagi perusahaan dan konsumen tetap terjangkau, mendukung pemulihan ekonomi yang masih dalam proses pemulihan pasca-pandemi.

Pengamatan ekonomi menunjukkan bahwa kebijakan moneter yang konsisten ini menjadi salah satu faktor penopang ketahanan ekonomi Tiongkok di tengah tantangan global. Meskipun ada risiko devaluasi Yuan jika kebijakan dilanjutkan, PBOC tetap berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas sistem keuangan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya