PBOC Pertahankan Suku Bunga di Level Terendah Sejarah
Bank Sentral China mempertahankan suku bunga acuan pada posisi 3% untuk jangka satu tahun dan 3,5% untuk jangka lima tahun, menandai bulan ke-16 berturut-turut tanpa perubahan.
Redaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 17.34 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bank Sentral Tiongkok kembali mempertahankan tingkat suku bunga acuan pada level terendah dalam sejarah, dengan Loan Prime Rate (LPR) satu tahun tetap di angka 3% dan LPR lima tahun di 3,5%. Keputusan ini dilakukan untuk mempertahankan stabilitas ekonomi domestik di tengah tekanan eksternal dan dinamika pasar keuangan global yang terus berubah. Pemeliharaan suku bunga tersebut merupakan kelanjutan dari kebijakan moneter yang konsisten sejak awal tahun ini.
Pertahanan tingkat bunga ini sesuai dengan perkiraan pasar, meskipun beberapa bank sentral besar lainnya telah mulai menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi. Di tengah kebijakan tersebut, nilai tukar Yuan terus menunjukkan kekuatan, mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Tiongkok. Kondisi ini menunjukkan prioritas PBOC yang menekankan pertumbuhan ekonomi dan dukungan terhadap sektor riil dibandingkan dengan respons terhadap tekanan inflasi.
Keputusan ini juga mencerminkan strategi jangka panjang PBOC untuk mendorong kredit perbankan dan memperkuat aktivitas sektor properti serta industri manufaktur. Dengan suku bunga yang tetap rendah, biaya pinjaman bagi perusahaan dan konsumen tetap terjangkau, mendukung pemulihan ekonomi yang masih dalam proses pemulihan pasca-pandemi.
Pengamatan ekonomi menunjukkan bahwa kebijakan moneter yang konsisten ini menjadi salah satu faktor penopang ketahanan ekonomi Tiongkok di tengah tantangan global. Meskipun ada risiko devaluasi Yuan jika kebijakan dilanjutkan, PBOC tetap berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas sistem keuangan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kemenkeu Tunda Pembayaran Cicilan Rp37 Triliun ke Kopdes Merah Putih
Pembayaran cicilan pinjaman Kopdes Merah Putih senilai Rp37 triliun ditunda karena belum menerima tagihan resmi dari Himbara dan kelengkapan administrasi belum selesai.
21 September 2026

Saham BYAN Melemah Meski RKAB Anak Usaha Disetujui
Saham BYAN turun 5,06% ke level Rp13.125 meski tiga anak usahanya resmi mendapat revisi RKAB 2026 dari Kementerian ESDM dengan tambahan kuota produksi 15–20 juta ton.
21 September 2026

BEI Turunkan Harga Saham Minimum Jadi Rp1 Mulai 28 September
Bursa Efek Indonesia resmi menurunkan batas harga terendah saham dari Rp50 menjadi Rp1, berlaku mulai 28 September 2026, untuk meningkatkan likuiditas dan efisiensi pasar.
21 September 2026

Romy Bareno Resmi Jadi Komisaris Independen InJourney Airports
PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) resmi menunjuk Romy Bareno, putra jurnalis Karni Ilyas, sebagai komisaris independen sejak 16 September 2026.
21 September 2026
Berita Lainnya

Harga Beras Diproyeksikan Turun Pekan Ini
Senin, 21 September 2026, 23.18 WITA

Pemerintah Siapkan E50-B50 untuk Hemat Devisa Rp500 Triliun Tahunan
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

Prabowo Dorong Bensin dari Batu Bara untuk Kemandirian Energi
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

BYOND by BSI Perkenalkan Fitur Infaq Otomatis Terjadwal
Senin, 21 September 2026, 23.16 WITA

Dokumenter 'Skenario Sang Jenderal' Ungkap Rekayasa Pembunuhan Brigadir J
Senin, 21 September 2026, 23.12 WITA

Prancis vs Spanyol: Duel Taktik dan Kualitas di Semifinal Dunia 2026
Senin, 21 September 2026, 23.11 WITA

Argentina Melaju ke Final Piala Dunia Usai Tundukkan Inggris
Senin, 21 September 2026, 23.11 WITA

Tuchel Pertahankan Keputusan Pemain Meski Inggris Gagal ke Final
Senin, 21 September 2026, 23.11 WITA

