Selasa, 22 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

3 Bulan Jelang Akhir Tahun, Penyaluran Rumah Subsidi Capai 44%

Hingga 21 September 2026, realisasi penyaluran rumah subsidi FLPP baru mencapai 154.034 unit, masih jauh dari target 350.000 unit tahun ini.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 21.01 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
3 Bulan Jelang Akhir Tahun, Penyaluran Rumah Subsidi Capai 44%📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah kini menghadapi tantangan signifikan dalam mengejar pencapaian target penyaluran rumah subsidi sebanyak 350.000 unit hingga akhir 2026. Dalam evaluasi terbaru, realisasi hingga 21 September mencapai 154.034 unit, atau setara 44% dari target yang ditetapkan. Sisa waktu yang tersisa, sekitar tiga bulan, harus menutup kekurangan sekitar 196.000 unit, sebuah angka yang menuntut akselerasi besar dalam penyaluran.

Untuk mengatasi keterlambatan, pemerintah menekankan peran strategis Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dalam mempercepat proses penyaluran. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menegaskan urgensi kerja cepat dan terukur, menilai bahwa capaian saat ini belum sesuai dengan kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah. Ia menyoroti pentingnya transparansi dan pemetaan realisasi yang akurat di setiap lini kerja.

Sebagai langkah konkret, pemerintah menyiapkan akad massal sebanyak 71.000 unit pada 17 Desember 2026 di Jawa Timur, menjadi fokus utama menutup sisa target tahun ini. Selain hunian tapak, pemerintah juga membuka peluang besar dari rumah susun subsidi, termasuk proyek strategis seperti Manggarai di Jakarta dan Meikarta di Cikarang, yang diharapkan mampu menopang penyaluran secara signifikan.

Maruarar menekankan bahwa percepatan tidak boleh mengorbankan prosedur dan akuntabilitas. Setiap langkah harus tetap berbasis aturan, dengan pencatatan yang rapi dan pengawasan ketat. Ia menilai bahwa kunci utama pencapaian target adalah kualitas SDM yang mampu menyelesaikan kendala secara efektif, proaktif, dan berorientasi hasil.

Pemerintah berharap seluruh kuota yang tersedia dapat tersalurkan secara tepat waktu kepada masyarakat berpenghasilan rendah sebelum tahun anggaran berakhir. Upaya ini bukan hanya soal angka, tetapi juga komitmen untuk menjamin akses perumahan layak bagi seluruh lapisan masyarakat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya