Pegadaian Perkuat Ekosistem Emas untuk Dorong Investasi Rakyat
Pegadaian memperluas peran sebagai bank emas guna memanfaatkan potensi emas milik masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui inovasi produk dan keterlibatan sektor industri.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 12.01 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 27x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Pegadaian (Persero) menegaskan komitmennya untuk memperkuat posisinya sebagai bank emas dalam kerangka strategi bisnis hingga tahun 2026. Upaya ini dilakukan dengan memperluas ekosistem emas di dalam negeri, termasuk pengembangan produk-produk berbasis logam mulia yang mendukung investasi dan kebutuhan industri. Tujuannya adalah menciptakan sistem yang memungkinkan emas yang selama ini disimpan secara individu menjadi aset produktif bagi ekonomi nasional.
Sebanyak 1.800 ton emas diketahui telah dipegang oleh masyarakat Indonesia, tetapi sebagian besar masih berstatus tidak termanfaatkan secara ekonomi. Dengan konsep bank emas, Pegadaian berupaya mengubah emas tersebut menjadi aset yang dapat dimonetisasi melalui mekanisme kredit dan simpanan berbasis emas. Melalui program Deposito Emas, masyarakat dapat menyimpan emas di Pegadaian dan memperoleh imbal hasil secara berkala, sekaligus menghindari risiko penyimpanan di rumah.
Di sisi lain, industri perhiasan dan pelaku usaha yang membutuhkan bahan baku emas dapat mengakses pinjaman emas dari dana yang telah diendus dari simpanan masyarakat. Dengan demikian, emas yang disimpan oleh rakyat dapat digunakan sebagai modal kerja bagi perajin dan produsen, menciptakan aliran ekonomi yang saling mendukung dari hulu hingga hilir. Sistem ini membentuk ekosistem terintegrasi yang memperkuat keterhubungan antara masyarakat, lembaga keuangan, dan sektor industri.
Pegadaian menekankan bahwa tujuan utama dari inisiatif ini adalah menumbuhkan literasi keuangan emas di kalangan masyarakat. Dengan menyediakan akses yang mudah dan aman, serta informasi yang akurat, masyarakat diharapkan lebih memahami manfaat emas sebagai instrumen investasi jangka panjang. Dalam jangka panjang, inisiatif ini diharapkan mampu mendorong inklusi keuangan dan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan potensi emas yang besar dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

OJK Tekankan Kewaspadaan dalam Manfaatkan Pembiayaan Digital
OJK imbau masyarakat bijak manfaatkan akses pembiayaan digital dengan tetap mempertimbangkan kemampuan membayar dan pemahaman risiko yang melekat.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, EMA: Tak Ganggu Ketersediaan
Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 juta kaki kubik harian, tetapi otoritas energi Singapura menegaskan ketersediaan pasokan tetap terjaga.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, EMA Jamin Stabilitas Pasokan
Pemerintah Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD, namun otoritas energi Singapura menegaskan pasokan tetap aman berkat cadangan dan diversifikasi sumber.
25 Oktober 2026

Indonesia Kurangi Ekspor Gas ke Singapura untuk Jaga Ketersediaan Dalam Negeri
Pemerintah Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD mulai 24 Oktober 2026 demi menjamin pasokan energi nasional, khususnya untuk sektor kelistrikan.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gubernur Tegaskan Kedisiplinan Waktu Jadi Syarat Utama JRF 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Ribuan Orang Ditahan dalam Aksi Protes Prancis Terkait Biaya Hidup
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Raharjati Raih Medali Perak Panjat Tebing Dunia di Santiago
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Moto2 dan Moto3 Australia Dibatalkan Akibat Cuaca Ekstrem
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Vape Berisiko Sebabkan Cedera Paru dan Penyalahgunaan Narkoba
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Prancis Siap Blokir Media Sosial Jelang Demo Rompi Kuning
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Indonesia Tekankan Konservasi Air Lewat Pengelolaan Daratan Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.26 WITA

GR Garage Ukir Prestasi di Kejurnas ITCR 1200 dan OMR 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.13 WITA

