Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemanfaatan Stok Beras Pecah untuk Industri Dibahas Rakortas

Pemerintah akan mengkaji pemanfaatan stok beras pecah lokal sebesar 4,5 juta ton sebagai bahan baku industri dalam rapat koordinasi terbatas.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 23.16 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 50x dibuka
Pemanfaatan Stok Beras Pecah untuk Industri Dibahas Rakortas📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah tengah menyiapkan pembahasan strategis terkait pemanfaatan beras pecah hasil produksi dalam negeri sebagai bahan baku industri. Rencana ini muncul menyusul adanya disparitas harga antara beras pecah lokal dan impor yang dinilai menghambat aktivitas industri pengolahan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa stok beras pecah yang tersedia saat ini mencapai sekitar 4,5 juta ton, dengan potensi besar untuk dimanfaatkan secara efisien sesuai kebutuhan sektor industri.

Pembahasan akan dilakukan dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Amran menegaskan bahwa keputusan pemanfaatan stok akan disesuaikan dengan kebutuhan aktual industri, bukan hanya berdasarkan ketersediaan. Ia mengharapkan hasil rapat bisa segera diwujudkan demi menekan ketergantungan pada impor.

Menteri Perindustrian M Sarmuji sebelumnya mengungkapkan bahwa harga beras pecah impor berkisar antara Rp5.700 hingga Rp6.000 per kilogram, sementara harga beras pecah lokal mencapai sekitar Rp11.000 per kg. Angka ini menjadi alasan utama industri, terutama pengolahan seperti bihun, kesulitan dalam menjaga efisiensi produksi. Ia mengusulkan agar industri dapat mengakses beras pecah dari stok dalam negeri yang tersimpan di gudang Bulog dengan harga lebih terjangkau.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa impor beras khusus untuk industri dari Januari hingga Oktober 2025 mencapai 364,3 ribu ton senilai US$178,5 juta atau setara Rp2,97 triliun. Mayoritas impor tersebut berupa beras pecah 100 persen atau menit, yang digunakan sebagai bahan baku industri. Penyusunan kebijakan pemanfaatan stok lokal diharapkan dapat mengurangi beban impor dan meningkatkan daya saing industri dalam negeri.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya