Pemanfaatan Stok Beras Pecah untuk Industri Dibahas Rakortas
Pemerintah akan mengkaji pemanfaatan stok beras pecah lokal sebesar 4,5 juta ton sebagai bahan baku industri dalam rapat koordinasi terbatas.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 23.16 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 50x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah tengah menyiapkan pembahasan strategis terkait pemanfaatan beras pecah hasil produksi dalam negeri sebagai bahan baku industri. Rencana ini muncul menyusul adanya disparitas harga antara beras pecah lokal dan impor yang dinilai menghambat aktivitas industri pengolahan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa stok beras pecah yang tersedia saat ini mencapai sekitar 4,5 juta ton, dengan potensi besar untuk dimanfaatkan secara efisien sesuai kebutuhan sektor industri.
Pembahasan akan dilakukan dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Amran menegaskan bahwa keputusan pemanfaatan stok akan disesuaikan dengan kebutuhan aktual industri, bukan hanya berdasarkan ketersediaan. Ia mengharapkan hasil rapat bisa segera diwujudkan demi menekan ketergantungan pada impor.
Menteri Perindustrian M Sarmuji sebelumnya mengungkapkan bahwa harga beras pecah impor berkisar antara Rp5.700 hingga Rp6.000 per kilogram, sementara harga beras pecah lokal mencapai sekitar Rp11.000 per kg. Angka ini menjadi alasan utama industri, terutama pengolahan seperti bihun, kesulitan dalam menjaga efisiensi produksi. Ia mengusulkan agar industri dapat mengakses beras pecah dari stok dalam negeri yang tersimpan di gudang Bulog dengan harga lebih terjangkau.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa impor beras khusus untuk industri dari Januari hingga Oktober 2025 mencapai 364,3 ribu ton senilai US$178,5 juta atau setara Rp2,97 triliun. Mayoritas impor tersebut berupa beras pecah 100 persen atau menit, yang digunakan sebagai bahan baku industri. Penyusunan kebijakan pemanfaatan stok lokal diharapkan dapat mengurangi beban impor dan meningkatkan daya saing industri dalam negeri.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Pemerintah dan Pertamina memastikan kesiapan operasional Kilang RDMP Balikpapan dengan progres 99 persen, demi menjaga keandalan pasokan energi nasional.
24 Oktober 2026

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Menteri Pertanian menekankan perlunya perbaikan rantai pasok pangan untuk mengatasi disparitas harga antara peternak dan konsumen di tengah ancaman iklim ekstrem.
24 Oktober 2026

48 Juta Keluarga Ditetapkan Jadi Penerima Bansos Digital hingga 2026
Pemerintah menargetkan 48 juta keluarga terdaftar dalam sistem Perlinsos Digital pada akhir 2026 sebagai bagian dari reformasi pendataan bantuan sosial.
24 Oktober 2026

Asep Surya Atmaja Dilantik Jadi Bupati Bekasi, Dedi Mulyadi Tekankan Layanan Kesehatan Prioritas
Asep Surya Atmaja resmi menjabat Bupati Bekasi definitif untuk sisa masa jabatan 2025–2030, dengan fokus utama pada peningkatan layanan kesehatan dan kesejahteraan warga asli.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Transmart Gelar Full Day Sale, Diskon Elektronik Hingga Jutaan Rupiah
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

BI Siapkan Insentif Kredit untuk Sektor Baru Prioritas
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

