Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pembicaraan Rahasia Israel dengan Hamas Terungkap

Mantan perwira intelijen Israel mengungkapkan adanya komunikasi langsung dengan pejabat Hamas pada 2024 untuk memfasilitasi pembebasan sandera dan bantuan kemanusiaan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Pembicaraan Rahasia Israel dengan Hamas Terungkap📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Seorang mantan perwira intelijen Israel mengungkapkan secara terbuka bahwa pada tahun 2024, ia secara langsung menjalin komunikasi dengan pejabat senior Hamas, Ghazi Hamad, melalui saluran rahasia yang telah disetujui oleh pihak politik tingkat tinggi. Pertemuan ini dilakukan saat operasi militer Israel terus berlangsung di Gaza, dengan tujuan utama mencari jalan keluar atas krisis sandera yang melibatkan puluhan warga Israel yang masih ditahan.

Dalam wawancara, ia menjelaskan bahwa pembicaraan tersebut berfokus pada upaya menciptakan kesepakatan untuk membebaskan sandera, baik yang masih hidup maupun yang gugur, sebagai bagian dari pakta pertukaran yang mencakup peningkatan bantuan kemanusiaan ke Gaza dan pembebasan lebih dari 1.000 tahanan Palestina yang ditahan di penjara Israel. Kesepakatan ini direncanakan akan berjalan dalam tiga tahap, dengan fase kedua dan ketiga mencakup pembebasan semua sandera, penghentian konflik, serta penarikan lengkap pasukan Israel dari Jalur Gaza.

Namun, kesepakatan tersebut gagal berjalan setelah Israel melanjutkan serangan militer ke Gaza, yang menghancurkan kerangka negosiasi yang telah dibangun. Meskipun demikian, pada Oktober 2024, sebuah gencatan senjata baru berhasil dicapai dengan dukungan Amerika Serikat, yang menjadi titik terang setelah serangkaian upaya diplomasi yang terhambat.

Adi Rotem menekankan bahwa keputusan untuk mendekati Hamad didasarkan pada pengalaman masa lalu, termasuk peran pentingnya dalam kesepakatan Shalit tahun 2011. Ia menyebut Hamad sebagai tokoh yang memiliki akses luas ke struktur kepemimpinan Hamas dan memiliki kapasitas strategis, meskipun menyadari bahwa ia adalah lawan dalam konflik. Menurutnya, ada elemen fungsional yang memungkinkan dialog meski di tengah perang.

Pertemuan pertama dilatarbelakangi oleh penangkapan enam sandera oleh Hamas pada Agustus 2024, termasuk Hersh Goldberg-Polin dan Ori Danino, yang memicu upaya intensif untuk menyelesaikan krisis. Ia mengungkapkan bahwa selama musim panas 2024, negosiasi terus berjalan tanpa hasil konkret, meskipun telah ada kesepakatan sebelumnya untuk pembebasan sandera perempuan dan anak-anak pada akhir 2023. Dalam percakapan dengan Hamad, ia menyampaikan pesan yang tegas: “Kita adalah musuh dalam masa perang, dan akan tetap menjadi musuh, tetapi saat ini kita memiliki tugas bersama untuk menyelesaikan masalah ini secara fungsional.”

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya