Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pembongkaran Masjid di Ujjain Picu Kerusuhan Saat Proyek Pelebaran Jalan Berlanjut

Bentrokan terjadi antara warga dan aparat di Ujjain saat pemerintah melanjutkan pembongkaran sebagian Shahi Masjid untuk proyek pelebaran jalan mendukung Simhastha 2028.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 09.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pembongkaran Masjid di Ujjain Picu Kerusuhan Saat Proyek Pelebaran Jalan Berlanjut📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah kota Ujjain, Madhya Pradesh, menggelar operasi pembongkaran sebagian bangunan Shahi Masjid pada Senin, 28 September 2026, sebagai bagian dari upaya memperluas ruas jalan menuju Simhastha 2028. Aksi ini dipicu oleh kebutuhan infrastruktur untuk menampung lonjakan jumlah jamaah dan wisatawan yang diperkirakan meramaikan acara keagamaan tersebut. Proyek pelebaran jalan direncanakan mencapai 15 meter untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas dan menjamin keselamatan publik selama perhelatan besar berlangsung.

Ketegangan memuncak ketika sejumlah warga berkumpul di sekitar masjid untuk menolak pembongkaran. Mereka menilai kebijakan tersebut mengancam nilai-nilai sejarah dan keberadaan tempat ibadah yang telah lama menjadi bagian dari identitas lokal. Saat proses penghilangan struktur yang berada di jalur pelebaran dimulai, situasi memburuk dan berujung pada pelemparan batu ke arah petugas keamanan. Polisi kemudian mengandalkan gas air mata untuk mengendalikan kerumunan dan membubarkan massa yang memicu konflik.

Sebelumnya, rencana pembongkaran telah menjadi bahan sengketa hukum. Pada 9 September 2026, Pengadilan Tinggi Madhya Pradesh menolak gugatan yang diajukan oleh pihak-pihak yang keberatan. Dalam putusannya, pengadilan menegaskan bahwa pemerintah kota telah memenuhi prosedur hukum yang berlaku dan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada kebutuhan publik terkait pengembangan infrastruktur. Keputusan ini menjadi dasar hukum bagi pemerintah untuk melanjutkan pelaksanaan proyek tanpa hambatan hukum.

Tujuan utama dari pelebaran jalan adalah memastikan akses yang lebih aman dan lancar selama Simhastha 2028, yang diproyeksikan menarik jutaan pengunjung dari berbagai wilayah. Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini bukan bertujuan menghancurkan nilai keagamaan, melainkan menyeimbangkan kebutuhan sosial, infrastruktur, dan keamanan. Namun, konflik yang muncul menunjukkan kompleksitas dalam menyelesaikan isu yang melibatkan identitas, sejarah, dan pembangunan modern.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya