Senin, 28 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan Saat Pembangunan Jembatan di Kebon Jeruk

Sudinhub Jakarta Barat menerapkan rekayasa lalu lintas dan penutupan jalan total selama pembangunan jembatan penghubung di Kebon Jeruk mulai 22 September 2026 untuk menjaga kelancaran dan keselamatan pengguna jalan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 21.23 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan Saat Pembangunan Jembatan di Kebon Jeruk📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Kota Jakarta Barat melalui Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) menerapkan pengaturan lalu lintas menyeluruh di kawasan Kebon Jeruk sebagai respons atas dimulainya proyek pembangunan jembatan penghubung antara Jalan Sasak II dan Jalan Daud Sukabumi Utara. Penerapan rekayasa ini resmi berlangsung sejak 22 September 2026, menyusul dimulainya pekerjaan fisik di lokasi tersebut. Tujuannya adalah mengantisipasi potensi kemacetan dan memastikan keselamatan seluruh pengguna jalan selama masa konstruksi berlangsung.

Selama pelaksanaan proyek, akses kendaraan sepenuhnya ditutup di area pekerjaan. Semua jenis kendaraan, termasuk roda dua dan empat, dilarang melintas di sekitar lokasi pembangunan. Untuk memastikan keamanan pejalan kaki, pihak pelaksana telah menyediakan jembatan darurat sebagai alternatif lintasan. Rekayasa lalu lintas ini mencakup perubahan rute bagi pengendara dari dua arah utama: dari Jalan Panjang menuju Rawa Belong, serta sebaliknya dari Rawa Belong ke arah Jalan Panjang.

Pengguna jalan diimbau untuk mengikuti rute alternatif yang telah ditentukan. Rute utama dari Jalan Panjang ke Rawa Belong dialihkan melalui Jalan Madrasah, Jalan Anggrek Raya, dan Jalan Salam Raya, lalu keluar di Jalan Rawa Belong. Sementara arus dari Rawa Belong menuju Jalan Panjang diarahkan melalui Jalan Sulaiman, belok kiri ke Jalan Isa, kemudian melalui Jalan Nelanpoli dan Jalan Masjid An Anwar sebelum keluar di Jalan Panjang.

Untuk memastikan efektivitas pengaturan, petugas Dishub ditempatkan secara khusus di titik-titik strategis selama jam-jam sibuk, yaitu pagi dan sore hari. Mereka bertugas mengarahkan pengguna jalan, memantau arus lalu lintas, serta memberikan informasi real-time kepada pengendara. Pihak Sudinhub menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap arahan petugas dan penghindaran area pekerjaan bagi yang tidak memiliki kebutuhan mendesak.

Komitmen ini menunjukkan upaya pemerintah daerah dalam menjaga kelancaran mobilitas warga meski dalam masa pembangunan infrastruktur krusial. Masyarakat diimbau tetap menjaga keselamatan, menghindari area proyek, serta menunjukkan kesabaran selama proses penyelesaian jembatan berlangsung.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya