Kamis, 10 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemerintah Dorong Produksi Garam Nasional Capai 5 Juta Ton Tahun 2029

Pemerintah mempercepat pengembangan K-SIGN di Rote Ndao untuk mencapai target produksi garam nasional 5 juta ton dan menghentikan impor pada 2029.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 23.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pemerintah Dorong Produksi Garam Nasional Capai 5 Juta Ton Tahun 2029📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah kembali memperkuat langkah strategis dalam pengembangan sektor garam nasional dengan mempercepat realisasi Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sistemik untuk menyeimbangkan pasokan garam dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor. Target utama yang ditetapkan adalah mencapai produksi 5 juta ton garam secara nasional pada tahun 2029.

Pencapaian tersebut dirancang melalui peningkatan kapasitas produksi, modernisasi proses pengolahan, serta penguatan infrastruktur pendukung di kawasan industri garam. Pemerintah menekankan bahwa K-SIGN bukan hanya proyek ekonomi, tetapi juga bagian dari transformasi sektor pertanian dan kelautan yang berkelanjutan. Kehadiran kawasan ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Dalam perjalanannya, pemerintah menargetkan hilangnya ketergantungan terhadap impor garam pada tahun yang sama, yakni 2029. Dengan produksi dalam negeri yang memadai, kebutuhan domestik diproyeksikan dapat dipenuhi secara mandiri. Langkah ini juga diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan garam bagi sektor industri, pertanian, dan kebutuhan rumah tangga.

Kebijakan ini didukung oleh koordinasi lintas kementerian dan pemda untuk memastikan implementasi yang terintegrasi dan berkelanjutan. Fokus utama tetap pada peningkatan produktivitas, pemanfaatan sumber daya alam secara optimal, serta penguatan ekosistem industri garam dari hulu hingga hilir. Tujuan akhirnya adalah menjadikan Indonesia sebagai produsen garam utama di kawasan Asia Tenggara.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya