Penumpang Kesulitan Refund Setelah Erupsi Gunung Anak Krakatau
Banyak penumpang gagal mendapatkan pengembalian dana penuh akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, terutama yang memesan melalui platform agen perjalanan daring.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 11.31 WITA·👁 7 orang membaca· 0 hari ini · 27x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kegagalan pengembalian dana (refund) tiket pesawat pasca-erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian serius setelah terungkap bahwa sejumlah penumpang yang membeli tiket melalui platform agen perjalanan daring (OTA) tidak menerima pengembalian uang secara penuh. Ketua Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan Indonesia (APJAPI), Alvin Lie, menyoroti ketidaksesuaian kebijakan antara regulasi penerbangan dan pengelolaan layanan OTA, yang masih berada di bawah kewenangan Kementerian Pariwisata, bukan Kementerian Perhubungan. Hal ini memicu kesulitan dalam proses refund yang seharusnya lebih transparan dan terstandarisasi.
Menurut Alvin, penumpang yang membeli tiket langsung dari maskapai umumnya berhasil mendapatkan refund penuh, sementara yang melalui OTA justru mengalami penundaan atau hanya menerima sebagian dana. Ia menekankan bahwa meskipun erupsi AGK termasuk kategori force majeure atau bencana alam yang tak dapat dicegah, kebijakan refund tetap perlu diatur secara jelas agar keadilan bagi penumpang terjamin. Ia menegaskan bahwa refund bukan kewajiban hukum, melainkan bentuk kebijaksanaan (goodwill) dari maskapai, namun tetap harus dilaksanakan secara konsisten.
Kendala komunikasi juga menjadi faktor utama yang memperparah situasi. Banyak penumpang memilih bertahan di bandara karena tidak yakin kapan penerbangan akan kembali normal, khawatir melewatkan kesempatan terbang. Keterlambatan informasi dari maskapai membuat publik kesulitan memprediksi situasi, sehingga menimbulkan ketidakpercayaan terhadap kinerja komunikasi penerbangan saat darurat. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan sistem pelaporan dan transparansi informasi saat terjadi gangguan besar.
Alvin menyarankan maskapai dalam negeri belajar dari praktik Singapore Airlines, yang secara proaktif membatalkan sejumlah penerbangan meski belum ada kepastian kapan bandara dibuka kembali. Dengan mengambil inisiatif lebih awal, maskapai dapat menghindari penumpukan penumpang dan meminimalkan ketidaknyamanan. Ia menekankan pentingnya keberanian dalam pengambilan keputusan, bukan menunggu kejelasan yang belum tentu datang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lurah Diminta Jadi Penggerak Komunikasi Publik Berkualitas
Pelatihan humas bagi finalis Benyamin S Award 2026 tekankan pentingnya komunikasi efektif antara pemerintah kelurahan dan masyarakat.
26 Oktober 2026

700 Ribu Badan Usaha Diblokir Gara-Gara Tak Laporkan Pemilik Manfaat
Kementerian Hukum memblokir 700 ribu badan usaha yang belum melaporkan data pemilik manfaat, sebagai langkah mendukung transparansi dan keterbukaan data perusahaan.
26 Oktober 2026

Pemerintah Diminta Perluas Insentif Listrik untuk Truk dan Bus Komersial
Moeldoko menyerukan ekstensi insentif fiskal bagi truk dan bus listrik guna percepatan transisi energi dan pengurangan emisi karbon nasional.
26 Oktober 2026

Pentagon Rilis Dokumen Ketujuh soal Fenomena Udara Tak Dikenal
Pentagon AS mempublikasikan seri ketujuh dokumen terkait objek terbang tak dikenal, mencakup laporan lapangan, rekaman, dan catatan historis dari periode 1940-an hingga kini.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Suporter Muda Tewas Usai Menonton Laga di Pakansari
Senin, 26 Oktober 2026, 17.54 WITA

Penyelidikan Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald Dihentikan
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Kompol Aditia Mulya Tutup Usia Setelah 7 Tahun Koma Akibat Pengeroyokan
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Hakim Perintahkan Jaksa Lanjutkan Pembuktian Kasus Don Ritto dan Nurman
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Samsat Ciledug Blokir McLaren Usai Salah Tagih Pajak ke Mekanik
Senin, 26 Oktober 2026, 17.52 WITA

Susu dan Jerawat: Fakta Ilmiah di Balik Mitos Minum Susu
Senin, 26 Oktober 2026, 17.51 WITA

Pergeseran Pusat Ekonomi Batavia dari Kota Tua ke Pasar Baru
Senin, 26 Oktober 2026, 17.40 WITA

Honda Culture Indonesia Siap Meriahkan Puncak di GBK
Senin, 26 Oktober 2026, 17.39 WITA

