Kamis, 10 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Saham BYAN Anjlok 23% Setelah Isu Akuisisi Menguat

Saham BYAN turun 23% dalam 15 hari terakhir menyusul beredarnya isu akuisisi oleh Haji Isam, yang dibantah perusahaan dan anak usaha terkait.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 15.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Saham BYAN Anjlok 23% Setelah Isu Akuisisi Menguat📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) kembali mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Kamis (10/9/2026), mencatat penurunan harian hingga 2,37% ke level Rp13.450 per saham pada pukul 11.00 WIB. Meski sempat rebound ke level tertinggi harian Rp13.650, koreksi tersebut menjadi bagian dari tren penurunan berkelanjutan, dengan total penurunan 23,01% dalam 15 hari terakhir. Kapitalisasi pasar perusahaan saat ini tercatat sebesar Rp446,7 triliun, menunjukkan tekanan pasar yang cukup kuat terhadap emiten tambang ini.

Puncak kenaikan saham sebelumnya terjadi pada 18 Agustus 2026, saat BYAN menyentuh level Rp17.275, meningkat 43,96% dalam empat hari perdagangan. Kenaikan itu memicu beredarnya informasi yang menyebutkan bahwa 62,2% saham BYAN akan diakuisisi oleh Andi Syamsuddin Arsyad, atau dikenal sebagai Haji Isam. Angka tersebut sangat dekat dengan kepemilikan gabungan antara Dato’ Low Tuck Kwong (40,251%) dan anaknya, Elaine Low (22,002%), yang secara keseluruhan menguasai sekitar 62,253% saham per 31 Agustus 2026.

Jika akuisisi tersebut benar terjadi, maka nilai transaksi diperkirakan mencapai Rp358,17 triliun atau sekitar US$20,43 miliar, dengan pembelian mencapai 20,73 miliar saham dari total 33,33 miliar saham yang beredar. Namun, nilai tersebut jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar pada Agustus lalu, artinya jika tawaran Haji Isam disetujui, maka harga akuisisi akan terdiskon lebih dari 80% dari level tertinggi saham.

Perusahaan menegaskan dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) bahwa saat ini tidak ada rencana akuisisi atau pengambilalihan saham BYAN yang diketahui secara resmi. Corporate Secretary Jenny Quantero menyatakan bahwa meskipun pemegang saham pengendali dapat mempertimbangkan berbagai peluang untuk memaksimalkan investasi, tidak ada informasi resmi terkait rencana akuisisi yang disampaikan ke manajemen. Di sisi lain, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), emiten terafiliasi Haji Isam, juga membantah memiliki rencana akuisisi BYAN, termasuk dari sisi pemegang saham pengendali atau penerima manfaat akhir.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya