Rabu, 30 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemerintah Percepat Interkoneksi Listrik Sumatera-Jawa untuk Dukung Ekosistem Energi Hijau

Pemerintah menetapkan interkoneksi listrik Sumatera-Jawa sebagai prioritas utama guna menghubungkan sumber energi terbarukan dengan pusat industri dan permintaan listrik nasional hingga 2035.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 15.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Pemerintah Percepat Interkoneksi Listrik Sumatera-Jawa untuk Dukung Ekosistem Energi Hijau📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah kini mempercepat realisasi interkoneksi jaringan listrik antarpulau, dengan fokus utama pada koneksi antara Sumatera dan Jawa. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mengintegrasikan pasokan energi baru dan terbarukan (EBT) ke wilayah yang memiliki permintaan listrik tinggi, terutama di kawasan industri dan pusat pertumbuhan ekonomi. Target pemanfaatan interkoneksi tersebut diharapkan terwujud pada periode 2032 hingga 2035, sebagai bagian dari rencana pembangunan green super grid sepanjang 70.000 kilometer hingga tahun 2040.

Selain Sumatera-Jawa, pemerintah juga menyusun rencana pengembangan jaringan interkoneksi antara Sumatera dengan Kepulauan Riau serta Sumatera dengan Bangka Belitung. Khusus untuk Kepulauan Riau, terutama di Batam, kebutuhan listrik yang terus meningkat akibat pertumbuhan pusat data menjadi alasan strategis menguatkan koneksi listrik dari wilayah lain. Pengembangan data center di wilayah tersebut, termasuk di Nongsa dan sekitarnya, memerlukan pasokan energi yang stabil dan ramah lingkungan.

Interkoneksi antarpulau yang telah berjalan saat ini hanya terbatas pada Jawa-Bali. Dengan adanya rencana baru, pemerintah berupaya memperluas jangkauan jaringan listrik nasional untuk memastikan distribusi energi lebih merata dan efisien. Konektivitas ini diharapkan dapat mendukung sektor strategis seperti smelter, kawasan ekonomi khusus, serta kawasan industri baru di seluruh wilayah Indonesia.

Penguatan jaringan listrik antarpulau juga menjadi fondasi dalam mewujudkan transisi energi nasional yang berkelanjutan. Dengan integrasi sumber energi terbarukan dari wilayah potensial seperti Sumatera ke wilayah konsumsi tinggi, sistem listrik nasional diharapkan menjadi lebih tangguh, berkelanjutan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis hijau.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya