Pemerintah Percepat Uji Bioetanol Tinggi untuk Kurangi Impor Bensin
Pakar menekankan perlunya uji komprehensif dan percepatan penerapan bioetanol tinggi demi kurangi ketergantungan impor bensin, dengan target mandatori E10 mulai 2027.
Redaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 17.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah diminta mempercepat uji coba bahan bakar bioetanol dengan kandungan tinggi guna menekan ketergantungan terhadap impor bensin. Menurut pakar dari Universitas Pertamina, langkah ini bukan sekadar upaya ramah lingkungan, tetapi strategi penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Dengan memanfaatkan komoditas lokal seperti tebu, singkong, dan jagung, pengembangan bioetanol diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.
Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan pasokan bahan baku. Meskipun potensi penggunaan komoditas dalam negeri cukup besar, realisasi produksi masih terkendala oleh ketersediaan lahan dan akses produksi yang belum merata. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan terpadu yang melibatkan sektor publik dan swasta, termasuk peran BUMN dan masyarakat dalam mendukung ekosistem produksi yang berkelanjutan.
Peta jalan pengembangan bioetanol telah disiapkan, dengan target penerapan mandatori campuran etanol 10 persen (E10) pada 2027, dilanjutkan ke E20 antara 2028 hingga 2029. Rencana jangka panjang mencakup pengembangan hingga E50, yang akan memanfaatkan potensi komoditas strategis nasional. Saat ini, produk Pertamax Green dengan kandungan E5 sudah mulai dipasarkan, menjadi langkah awal dalam mematangkan industri dalam negeri sebelum transisi ke level yang lebih tinggi.
Uji komparasi antara bioetanol dan bensin konvensional menjadi kunci penting sebelum penerapan skala besar. Uji ini perlu dilakukan secara menyeluruh untuk menilai efisiensi mesin, emisi karbon, serta kinerja kendaraan dalam kondisi nyata. Hasilnya akan menjadi dasar kebijakan publik yang berbasis data, bukan asumsi.
Menteri Pertanian menegaskan bahwa program pengembangan bioetanol merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk mewujudkan kemandirian energi. Dengan pangan dan protein sudah mencapai swasembada, fokus kini beralih ke etanol yang membutuhkan lahan antara 1 hingga 2 juta hektar. Pemerintah siap menjamin ketersediaan lahan dan legalitas kawasan, sementara masyarakat didorong untuk terlibat aktif dalam ekosistem produksi, sehingga manfaatnya dirasakan secara luas di seluruh wilayah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Menkeu Lantik 17 Pejabat, Tekankan Penuntasan APBN 2026 dan Persiapan 2027
Menteri Keuangan melantik 17 pejabat dari Kemenkeu dan KSSK, menekankan konsistensi pencapaian target APBN 2026 serta persiapan eksekusi anggaran 2027 secara bersamaan.
5 Oktober 2026

Harga BBM dan Avtur Indonesia Lebih Murah dari Tetangga
Indonesia menempati posisi terdepan dalam kompetitivitas harga bahan bakar minyak dan avtur di kawasan Asia Tenggara, menurut data terbaru dari perusahaan energi nasional.
5 Oktober 2026

Penyaluran Kredit Perbankan Capai Rp9,178 Triliun di Agustus 2026
Pertumbuhan kredit perbankan Agustus 2026 mencapai 13,65 persen year on year, didorong dominasi kredit investasi dan korporasi, sementara kualitas kredit tetap terjaga.
5 Oktober 2026

Transaksi Aset Kripto Naik, OJK Tekankan Ekosistem Sehat dan Berkelanjutan
Jumlah akun transaksi aset kripto di Indonesia mencapai 23,21 juta pada Agustus 2026, dengan nilai transaksi mencapai Rp23,16 triliun, menunjukkan pertumbuhan positif dan kepercayaan konsumen yang stabil.
5 Oktober 2026
Berita Lainnya

Musk dan Tokoh Teknologi Bantu Pentagon Rancang Perang Masa Depan
Senin, 5 Oktober 2026, 17.58 WITA

Penurunan Populasi Jepang Ditetapkan sebagai Krisis Nasional
Senin, 5 Oktober 2026, 17.54 WITA

Ben Gvir Tegaskan Tepi Barat Milik Israel Sepenuhnya
Senin, 5 Oktober 2026, 17.54 WITA

Impor BBM Tanpa Tender, Pemerintah Jaga Stok Nasional
Senin, 5 Oktober 2026, 17.54 WITA

Letjen Saleh Mustafa Pensiun Dini Usai Dilantik Jadi Wamentan
Senin, 5 Oktober 2026, 17.53 WITA

Dudung Serahkan Jabatan KSP ke Listyo Sigit dengan Pesan Strategis
Senin, 5 Oktober 2026, 17.53 WITA

Pengusaha Miras Diduga Sumbang Rp30 Juta untuk CSR Palsu
Senin, 5 Oktober 2026, 17.52 WITA

Saleh Mustafa Resmi Mundur dari TNI Setelah Dilantik Jadi Wamentan
Senin, 5 Oktober 2026, 17.52 WITA

