Pemerintah Perkuat Ekonomi Melalui SDM, Pariwisata, dan UMKM
Pemerintah mempercepat transformasi ekonomi dengan fokus pada pelatihan SDM, pengembangan pariwisata, dan ekspansi KUR untuk tingkatkan daya saing dan kesejahteraan nasional.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 16x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan komitmen kuat dalam membangun ekonomi berkelanjutan melalui tiga pilar utama: peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan sektor pariwisata, dan perluasan akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah. Langkah strategis ini dirancang untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan nasional dengan memperkuat kapasitas individu dan pelaku usaha di berbagai lini ekonomi.
Program Pemagangan Nasional bagi lulusan perguruan tinggi, yang diluncurkan Oktober 2025, menjadi salah satu instrumen utama dalam menyelaraskan kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja. Target awal mencapai 100.000 peserta, program ini diperluas pada tahap II tahun 2026 dengan kuota 150.000 lulusan baru dan alokasi anggaran Rp4,14 triliun. Peserta mendapatkan uang saku setara upah minimum serta perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, menanggapi tantangan lulusan baru yang kesulitan mendapatkan pekerjaan karena minim pengalaman kerja.
Di bidang pariwisata, tren positif terus berlanjut dengan capaian 10,58 juta kunjungan wisatawan mancanegara hingga Agustus 2026, meningkat dari 15,39 juta pada 2025. Perjalanan wisatawan nusantara mencapai 842,15 juta, sementara devisa dari sektor ini mencapai USD8,43 miliar pada semester pertama. Pemerintah menekankan pentingnya memanfaatkan pariwisata sebagai sumber devisa besar dan penggerak ekonomi lokal melalui peningkatan kualitas destinasi, konektivitas transportasi, serta penguatan kompetensi SDM di sektor layanan.
Penguatan ekonomi juga ditopang oleh penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang telah menyerap Rp232,66 triliun hingga 23 September 2026, menjangkau 3,61 juta debitur dan turut menopang keberlangsungan sekitar 10,83 juta tenaga kerja. Program ini tidak hanya menyediakan modal, tetapi juga menjadi alat untuk mendorong usaha produktif naik kelas. Sinergi antara pelatihan, pengembangan destinasi, dan perluasan akses pembiayaan menjadi fondasi utama untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

