Pemerintah Perkuat TKDN Kendaraan Listrik ke 80% Tahun 2030
Pemerintah menetapkan target kenaikan TKDN kendaraan listrik hingga 80% pada 2030 melalui roadmap bertahap dan insentif berbasis kandungan lokal.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 19.28 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 10x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah menetapkan ambisi peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) hingga mencapai 80% pada tahun 2030. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun ekosistem industri kendaraan listrik yang mandiri dan berkelanjutan di Tanah Air. Target tersebut akan dicapai secara bertahap, dimulai dari minimum 40% pada tahun ini, naik menjadi 60% pada periode 2027 hingga 2029, dan akhirnya mencapai 80% pada 2030.
Tujuan utama dari kebijakan ini adalah mendorong pergeseran dari aktivitas perakitan semata menuju produksi komponen dalam negeri yang lebih luas. Dengan demikian, investasi di sektor kendaraan listrik tidak hanya berdampak pada pembangunan fasilitas produksi, tetapi juga mampu menciptakan rantai pasok yang terintegrasi. Hal ini akan mendorong tumbuhnya industri pendukung, mulai dari pengolahan bahan baku, produksi baterai, hingga pengembangan daur ulang komponen bekas.
Untuk mewujudkan ambisi tersebut, pemerintah sedang mempersiapkan skema insentif yang berbasis pada tingkat kandungan lokal. Menteri Perindustrian menyatakan telah menerima arahan dari Ketua Dewan Ekonomi Nasional untuk merancang program dukungan yang memberi prioritas pada produk dengan TKDN lebih tinggi. Dengan demikian, produsen yang meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri berpotensi mendapatkan insentif lebih besar, baik dalam bentuk insentif fiskal maupun non-fiskal.
Proses perancangan skema insentif akan dilakukan secara sinergis antara Kementerian Perindustrian dan Kementerian Keuangan. Pemerintah berharap kebijakan ini mampu mendorong sektor manufaktur dalam negeri untuk lebih mandiri, sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di pasar regional. Dengan basis produksi yang kuat dan kandungan lokal tinggi, Indonesia berpotensi menjadi pusat ekspor kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Honda Bikers Day 2026 Tancapkan Semangat Kebangkitan di Ambarawa
Acara puncak Honda Bikers Day 2026 digelar di Ambarawa dengan tema Legacy of Spirit, menegaskan komitmen mempererat persaudaraan dan berdampak positif pada ekonomi lokal.
24 Oktober 2026

Honda ADV160 Uji Ketangguhan di Jalur Menantang
Dua puluh jurnalis menguji performa New Honda ADV160 dalam perjalanan 151 kilometer dari Semarang ke Ambarawa melalui berbagai kondisi jalan.
24 Oktober 2026

Veloz Hybrid Puncaki Penjualan Hybrid di Indonesia
Toyota Veloz Hybrid menduduki posisi teratas penjualan hybrid nasional pada September 2026, mengungguli Innova Zenix Hybrid dengan selisih 182 unit berdasarkan data wholesales Gaikindo.
24 Oktober 2026

BYD Atto 1 Kuasai Pasar Mobil Listrik September 2026
BYD Atto 1 memimpin penjualan mobil listrik di Indonesia dengan distribusi 4.840 unit sepanjang September 2026, unggul jauh dari pesaing lainnya.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

