Pemerintah Pertimbangkan Emisi Surat Utang Global Akhir 2026
Menteri Keuangan menyatakan kesiapan pemerintah untuk menerbitkan surat utang global di kuartal IV 2026, dengan pertimbangan kondisi pasar dan kebutuhan pembiayaan APBN.
Redaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 15.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah membuka kemungkinan kembali menerbitkan surat utang global pada akhir tahun 2026, khususnya di kuartal keempat, sebagai bagian dari strategi pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Keputusan ini masih dalam tahap pertimbangan dan akan ditentukan berdasarkan dinamika pasar keuangan global serta kebutuhan pendanaan yang muncul menjelang akhir tahun.
Dalam pernyataan eksklusif, Menteri Keuangan menegaskan bahwa ruang fiskal masih tersedia untuk memasuki pasar internasional, namun tidak serta-merta diprioritaskan. Kunci utamanya adalah memastikan biaya pendanaan tetap rendah dan spread imbal hasil pemerintah tetap kompetitif dibandingkan negara lain. Tujuannya adalah menjaga efisiensi dan kredibilitas keuangan negara dalam jangka panjang.
Komitmen untuk menjaga defisit APBN di bawah ambang batas 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tetap menjadi fondasi kebijakan fiskal. Hal ini dianggap sebagai indikator utama disiplin keuangan yang harus dipertahankan, meskipun ada tekanan ekonomi atau kebutuhan investasi besar. Pemerintah berupaya menyeimbangkan antara kebutuhan pembiayaan dan pengelolaan fiskal yang sehat.
Selain instrumen APBN, pemerintah juga memiliki alternatif pendanaan melalui Danantara, yang berfungsi sebagai alat pendukung investasi dan pembangunan infrastruktur. Dengan dua instrumen utama—APBN dan Danantara—pemerintah memiliki fleksibilitas dalam menangani berbagai skenario ekonomi, sambil tetap menjaga konsistensi terhadap prinsip pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lima PO Bus Paling Banyak Melanggar, Ini Jenis Pelanggarannya
Lima perusahaan otobus tercatat melakukan pelanggaran terbanyak dalam pengawasan di terminal penumpang tipe A selama periode Januari hingga Oktober 2026, didominasi pelanggaran penyimpangan trayek dan dokumen kedaluwarsa.
5 Oktober 2026

China Tutup 670 Bank, Fokus Perkuat Sistem Keuangan
Pemerintah China menutup lebih dari 670 bank pada 2025, sebagian besar di wilayah pedesaan, sebagai bagian dari upaya konsolidasi sistem perbankan demi stabilitas dan pengawasan yang lebih ketat.
5 Oktober 2026

Harga BBM Subsidi Tetap, Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional
Pemerintah menegaskan harga BBM bersubsidi tak akan naik untuk menjaga inflasi dan daya beli masyarakat, sambil memastikan stok mencapai 18–20 hari.
5 Oktober 2026

Menkeu Lantik 17 Pejabat Baru, Tekankan Tuntaskan APBN 2026
Menteri Keuangan melantik 17 pejabat di lingkungan Kemenkeu, termasuk 13 dari DJP, satu dari DJBC, dan tiga dari KSSK, dengan fokus pada penyelesaian target APBN 2026 dan persiapan APBN 2027.
5 Oktober 2026
Berita Lainnya

Harga Mobil Hybrid di Indonesia Per Oktober 2026 Terkini
Senin, 5 Oktober 2026, 15.37 WITA

Aturan Kuota Sisa Diperdebatkan, ATSI Minta Jelas ke Kementerian
Senin, 5 Oktober 2026, 15.34 WITA

AI Picu Kekacauan Pemilu di Asia Tenggara, Peringatan dari Pakar
Senin, 5 Oktober 2026, 15.30 WITA

Prabowo Pimpin Upacara HUT TNI ke-81 di Cilangkap
Senin, 5 Oktober 2026, 15.29 WITA

26 Negara Bagian Gugat Trump Soal Penurunan Standar Kendaraan
Senin, 5 Oktober 2026, 15.29 WITA

KKP Amankan Kapal Ikan Diduga Terkait Penganiayaan Awak Kapal
Senin, 5 Oktober 2026, 15.29 WITA

Kapal Ikan KM Maulana 23 Diamankan KKP Usai Video Kekerasan Viral
Senin, 5 Oktober 2026, 15.28 WITA

Suahasil Lantik 17 Pejabat, Tekankan Tuntaskan APBN 2026
Senin, 5 Oktober 2026, 15.27 WITA

