Pemerintah Respons Kritik Industri Otomotif Soal Iklim Usaha
Pemerintah menyatakan komitmen perbaikan iklim usaha di sektor otomotif pasca-menerima masukan dari pelaku industri dan mitra Jepang terkait perizinan, pembiayaan, serta TKDN.
Redaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 12.09 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah Indonesia menanggapi langsung berbagai masukan dari pelaku industri otomotif nasional dan mitra strategis Jepang mengenai tantangan yang masih menghambat pertumbuhan sektor ini. Sorotan utama mencakup proses perizinan yang rumit, keterbatasan akses pembiayaan bagi industri kecil dan menengah pendukung, serta tantangan dalam penerapan sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) selama transisi ke kendaraan listrik. Pernyataan ini disampaikan dalam forum diskusi bisnis yang berlangsung di Nagoya, Jepang, pada Sabtu (19/9), sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama ekonomi bilateral.
Dalam kesempatan tersebut, pejabat pemerintah menegaskan bahwa seluruh masukan diterima dengan positif dan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan kebijakan. Komitmen pemerintah untuk menyempurnakan regulasi melalui langkah konkret, termasuk penyelesaian hambatan investasi, ditegaskan sebagai bagian dari strategi mendukung daya saing industri nasional. Fokus utama tetap pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguasaan teknologi, serta penguatan rantai pasok yang mampu menopang ekspor ke lebih dari 100 negara.
Indonesia diposisikan sebagai mitra strategis Jepang bukan hanya sebagai pasar konsumen, tetapi sebagai pusat produksi yang terintegrasi dalam rantai nilai global. Dialog terbuka yang dilakukan di Nagoya menjadi bukti komitmen bersama dalam membangun kemitraan yang berkelanjutan dan saling menguntungkan. Pemerintah juga menyoroti kemajuan dalam pengelolaan perjanjian perdagangan internasional, termasuk penyelesaian 25 perjanjian, baik FTA maupun CEPA, sebagai upaya memperluas akses pasar global.
Salah satu fokus utama adalah proses ratifikasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), yang dijadwalkan dimulai pada November 2026 dan diharapkan berlaku efektif sejak Januari 2027. Di dalam negeri, pemerintah terus menjaga daya beli masyarakat melalui bantuan sosial, subsidi, dan insentif fiskal. Selain itu, sektor strategis seperti kecerdasan artifisial dan semikonduktor juga didorong tumbuh melalui kerja sama dengan mitra teknologi seperti ARM, WAICO, serta penjajakan dengan PAX Silica.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Automechanika Jakarta 2026 Siap Jadi Panggung Inovasi Otomotif Nasional
Pameran komponen otomotif internasional perdana di Indonesia akan berlangsung di PIK 2 pada September 2026 dengan partisipasi global dan fokus pada transformasi industri lokal.
21 September 2026

Suzuki Daftarkan Paten Mobil Listrik Kei Car e Sky di RI
Suzuki mendaftarkan paten desain mobil listrik kecil bernama e Sky di Indonesia, mengindikasikan rencana ekspansi pasar listrik di tanah air.
21 September 2026

Omoway Ungkap Penyebab Gangguan Sensor Standar Samping pada Omo X
Gangguan pada motor listrik Omo X disebabkan gigitan tikus pada kabel sensor standar samping, bukan 'bug' sistem, setelah pemeriksaan menyeluruh oleh dealer.
21 September 2026

Indonesia Perluas Ekspor Otomotif Lewat 25 Perjanjian Dagang Global
Pemerintah memanfaatkan 25 perjanjian perdagangan internasional untuk memperluas akses pasar produk otomotif nasional ke lebih dari 100 negara.
20 September 2026
Berita Lainnya

Pramono Paparkan Strategi Transportasi Gratis Hadapi Kemacetan Jakarta
Senin, 21 September 2026, 12.29 WITA

Gibran Tegaskan Keprihatinan atas Kelakuan Karyawan SPPG Bantul
Senin, 21 September 2026, 12.29 WITA

Penutupan Sementara GKPI Rajeg Usai Keributan Viral
Senin, 21 September 2026, 12.29 WITA

BGN Berhentikan Pegawai SPPG Usai Lecehkan Siswi Keracunan MBG
Senin, 21 September 2026, 12.28 WITA

8 Terdakwa Kasus Korupsi LPEI Divonis di PN Jakpus
Senin, 21 September 2026, 12.28 WITA

Bantuan Beras Perpanjangan Dukungan Daya Beli di Tengah Perlambatan Konsumsi
Senin, 21 September 2026, 12.28 WITA

New York Siap Bantu Jakarta Rancang Obligasi Daerah
Senin, 21 September 2026, 12.28 WITA

Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Beragam Per Jenama
Senin, 21 September 2026, 12.27 WITA

