Pemerintah Siapkan Pembatasan Subsidi BBM untuk Perkuat Fiskal
Pemerintah tengah menyiapkan kebijakan pembatasan konsumsi Pertalite guna menekan tekanan fiskal akibat kenaikan harga minyak global.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 12.03 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah kini mempercepat penyusunan kebijakan tepat sasaran dalam penyaluran bahan bakar minyak bersubsidi, terutama jenis Pertalite atau BBM RON 90. Wakil Menteri Keuangan menyatakan langkah tersebut masih dalam tahap persiapan dan akan diterapkan secara bertahap. Tujuannya adalah memastikan subsidi benar-benar menjangkau masyarakat berpenghasilan rendah, sekaligus mengurangi beban fiskal negara.
Kenaikan harga minyak mentah dunia, khususnya indeks harga minyak Indonesia (ICP), berdampak langsung terhadap defisit APBN. Setiap kenaikan US$1 pada ICP diperkirakan menambah tekanan defisit sebesar Rp6,8 triliun. Oleh sebab itu, pengendalian konsumsi energi bersubsidi—termasuk listrik dan gas—dilakukan sebagai bagian dari strategi penstabilan anggaran.
Realisasi belanja subsidi dan kompensasi pemerintah hingga 31 Agustus 2026 mencapai Rp331,4 triliun, meningkat signifikan 52,1 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Rinciannya, subsidi mencapai Rp177,1 triliun dan kompensasi sebesar Rp154,1 triliun. Kenaikan ini menjadi salah satu alasan utama diperlukannya reformasi penyaluran subsidi BBM.
Pemerintah berencana mulai membatasi pembelian Pertalite bagi kelompok masyarakat ekonomi atas, khususnya yang masuk dalam desil 10 sebagai sasaran awal. Langkah ini akan diterapkan secara bertahap dan tidak langsung menyasar seluruh kelompok desil 9–10. Tujuannya adalah menekan konsumsi berlebihan di kalangan yang tidak sepenuhnya membutuhkan subsidi.
Di sisi lain, Menteri ESDM menekankan pentingnya penggunaan Pertalite secara bijak, terutama bagi masyarakat berpenghasilan tinggi yang mampu menggunakan BBM non-subsidi. Ia mengimbau agar mereka menyadari bahwa penggunaan subsidi secara tidak proporsional mengorbankan akses masyarakat yang lebih membutuhkan. Sementara itu, data BPH Migas menunjukkan realisasi penyaluran Pertalite hingga 30 Juni 2026 telah mencapai 13,96 juta kiloliter, atau 47,68% dari total kuota APBN sebesar 29,27 juta kl, menunjukkan tekanan penyaluran yang terus meningkat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Suhu Naik, Pendapatan UMKM Menurun Drastis
Studi menunjukkan kenaikan suhu global menyebabkan penurunan pendapatan UMKM hingga 14 persen akibat menurunnya produktivitas pekerja.
2 Oktober 2026

Inflasi September 2026 Capai 3,28%, Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi
Inflasi September 2026 mencapai 3,28%, masih dalam batas target pemerintah, dengan pemerintah dan Bank Indonesia perkuat koordinasi untuk kendalikan tekanan harga.
2 Oktober 2026

Target Pajak 2027 Dijaga Lewat Disiplin Eksekusi
Kepatuhan dan konsistensi pelaksanaan strategi menjadi fondasi utama pencapaian target penerimaan pajak Rp2.593 triliun pada 2027.
2 Oktober 2026

5.581 Perusahaan Mulai Daftarkan Diri sebagai WP GloBE
Sebanyak 5.581 perusahaan multinasional di Indonesia telah mendaftarkan diri sebagai wajib pajak GloBE hingga akhir September 2026, sesuai aturan pajak minimum global 15%.
2 Oktober 2026
Berita Lainnya

Data Center Jatiluhur Dihentikan Sementara, Kajian Lingkungan Jadi Fokus
Jumat, 2 Oktober 2026, 12.06 WITA

LEGO PlayStation 1 Rilis dengan 1.911 Keping, Rayakan Era Legendaris
Jumat, 2 Oktober 2026, 12.06 WITA

Qualcomm Soroti Keterbatasan Memori Global, Bukan Chip
Jumat, 2 Oktober 2026, 12.06 WITA

13 Wilayah Diprediksi Alami Hujan Lebat Hari Ini
Jumat, 2 Oktober 2026, 12.06 WITA

Cara Mengembalikan Akses Akun Google dan Gmail
Jumat, 2 Oktober 2026, 12.05 WITA

Super El Nino Ancam Kemarau Lebih Panjang di Indonesia
Jumat, 2 Oktober 2026, 12.05 WITA

Robot Humanoid Digit 5 Siap Kerja 20 Jam Nonstop
Jumat, 2 Oktober 2026, 12.05 WITA

Serangan Drone Houthi Timpa Pembangkit Listrik Madinah
Jumat, 2 Oktober 2026, 12.05 WITA

