Kamis, 10 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemerintah Siapkan Rekening Digital Gratis untuk 200 Juta Warga

Pemerintah mempersiapkan pembukaan rekening digital otomatis bagi 200 juta penduduk, dilengkapi saldo awal Rp50 ribu, melalui BRI dan BSI.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 19.28 WITA·👁 3 orang membaca· 1 hari ini · 8x dibuka
Pemerintah Siapkan Rekening Digital Gratis untuk 200 Juta Warga📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah tengah menyiapkan program pembukaan rekening bank digital secara otomatis bagi warga yang telah berusia 17 tahun dan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Program ini akan memanfaatkan data dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk memastikan cakupan nasional yang merata. Setiap rekening akan langsung diberi saldo awal sebesar Rp50 ribu tanpa dipotong oleh pihak perbankan, sebagai langkah awal inklusi keuangan bagi masyarakat.

Mekanisme penyaluran dana awal masih dalam tahap perancangan, namun pihak terkait telah mengonfirmasi bahwa rencana ini tidak akan menggunakan anggaran APBN secara langsung. Meski sumber pendanaan belum diungkap secara rinci, pemerintah menegaskan akan menyusun regulasi untuk melindungi saldo awal agar tidak dipotong atau dikurangi oleh lembaga perbankan. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menekankan pentingnya menjaga integritas dana tersebut melalui koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, Bank Rakyat Indonesia (BRI) akan menjadi mitra utama untuk pembukaan rekening di seluruh wilayah Indonesia, sementara Bank Syariah Indonesia (BSI) akan mengelola akses khusus di Aceh. Kedua lembaga perbankan telah melakukan koordinasi teknis untuk memastikan sistem dapat berjalan efisien dan cepat. Pembukaan rekening berbasis NIK ini ditargetkan menjangkau sekitar 200 juta penduduk, menjadi fondasi digitalisasi ekonomi yang inklusif.

Rekening yang dibuka akan menjadi sarana utama dalam penyaluran berbagai program bantuan sosial tunai serta mendukung pertumbuhan ekonomi mikro. Pedagang UMKM akan mendapatkan akses ke sistem pembayaran QRIS tanpa biaya tambahan, termasuk tanpa potongan atau discount, sebagai upaya mendorong adopsi digitalisasi di sektor ekonomi syariah dan usaha kecil. Integrasi dengan infrastruktur pembayaran nasional melalui gateway QRIS diharapkan mempercepat transformasi ekonomi digital di tingkat bawah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya