Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemilu Israel Ditargetkan 27 Oktober 2026 Setelah Knesset Bubarkan Diri

Knesset Israel resmi membubarkan diri setelah menyelesaikan masa jabatan penuh empat tahun, membuka jalan bagi pemilu pada 27 Oktober 2026 dengan dukungan koalisi Netanyahu melemah di tengah survei yang memperlihatkan oposisi unggul dalam perolehan kursi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.02 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 7x dibuka
Pemilu Israel Ditargetkan 27 Oktober 2026 Setelah Knesset Bubarkan Diri📷 Tempo

Kendari, ıNarasikita - Parlemen Israel atau Knesset secara resmi mengakhiri masa jabatannya pada Jumat dini hari, 17 Juli 2026, setelah menyelesaikan serangkaian legislasi krusial pada hari-hari terakhir masa pemerintahan koalisi yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Keputusan pembubaran ini menandai akhir dari periode empat tahun yang jarang terjadi dalam sejarah politik Israel, sekaligus menetapkan tanggal pemilihan umum baru pada 27 Oktober 2026. Sidang parlemen selanjutnya hanya akan digelar setelah pemilu berlangsung, menandai berakhirnya masa reses musim panas yang biasanya dimulai pada bulan tersebut.

Ketua Knesset Amir Ohana menyatakan bahwa parlemen berhasil menyelesaikan masa jabatan penuh selama empat tahun—peristiwa yang terakhir kali terjadi pada 1988—dengan meloloskan sembilan anggaran dan ratusan undang-undang. Ia menekankan pencapaian ini sebagai hasil kolaborasi dan kepercayaan dari anggota parlemen, menegaskan bahwa upaya ini merupakan bukti stabilitas yang sulit dicapai dalam dinamika politik Israel yang sering kali dipengaruhi krisis koalisi. Dalam pernyataannya, Ohana menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan selama periode tersebut.

Di tengah penutupan masa jabatan, Knesset juga menyetujui dua paket pendanaan baru untuk memperluas proyek permukiman di Tepi Barat yang diduduki. Dua rancangan anggaran tersebut mencakup alokasi 1,3 miliar Shekel Israel (sekitar US$ 431 juta) untuk pembangunan 34 permukiman baru, serta tambahan anggaran sebesar 1,075 miliar Shekel (sekitar US$ 358 juta) untuk pembangunan jalan penghubung antarpermukiman. Keputusan ini disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dan Menteri Orit Strock, yang menekankan pentingnya kebijakan tersebut dalam memperkuat eksistensi permukiman Israel di wilayah pendudukan.

Survei terbaru yang dirilis pada Jumat, 17 Juli, menunjukkan tren menurunnya dukungan terhadap koalisi Netanyahu menjelang pemilu. Menurut hasil survei Maariv yang melibatkan 500 responden, blok oposisi diperkirakan akan memperoleh 62 kursi di Knesset, melebihi ambang mayoritas 61 kursi. Sementara itu, koalisi pendukung Netanyahu hanya diproyeksikan meraih 48 kursi, dengan partai Likud diprediksi mendapatkan 22 kursi—jumlah yang sama dengan partai baru Yashar yang dipimpin mantan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, Gadi Eisenkot. Dukungan publik terhadap pemerintah juga menurun, dengan hanya 38 persen responden menyatakan masih percaya, sementara 55 persen mengaku ragu terhadap kemampuan pemerintah mengambil keputusan strategis.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya