Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Penangkapan Narkoba dan Insiden Penembakan Polisi di Jakarta Utara

Polres Pelabuhan Tanjung Priok ungkap peredaran etomidate senilai Rp2,8 miliar dan menangkap pelaku berinisial T, sementara insiden penembakan polisi di Tangerang Selatan masih diselidiki dengan dugaan pelaku lebih dari satu.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 09.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 68x dibuka
Penangkapan Narkoba dan Insiden Penembakan Polisi di Jakarta Utara📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis etomidate di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, dengan nilai total mencapai Rp2,8 miliar. Pelaku berinisial T ditangkap saat membawa 400 butir etomidate yang dikemas menyerupai kopi untuk menyamarkan barang haram tersebut. Penangkapan dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan intensif yang mengarah pada jaringan distribusi ilegal di wilayah pesisir.

Dalam proses penyidikan, pelaku mengakui menerima perintah dari seorang Warga Negara Asing (WNA) berinisial C, yang kini menjadi buronan utama. Kepolisian terus melakukan pengembangan kasus untuk melacak aliran narkoba dan mengungkap jaringan lebih luas yang diduga melibatkan pelaku asing. Kasat Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Trendy Habibi Ariyanto, menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan langkah penting dalam upaya pemberantasan narkoba di wilayah strategis pelabuhan.

Di tempat lain, kejadian tragis menimpa seorang anggota polisi yang tewas akibat dugaan penembakan oleh rekannya sendiri di Markas Ditpoludara, Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Korban, Bharatu Laurentius Fernandez Lawai, ditemukan meninggal dunia dengan empat peluru bersarang di kepala. Kuasa hukum korban, Petrus Bala Pattyona, menyatakan bahwa penembakan diduga dilakukan oleh lebih dari satu pelaku, mengingat senjata laras panjang yang digunakan harus diambil dari tempat penyimpanan yang memerlukan izin bersama.

Insiden ini memicu gelombang sorotan terhadap prosedur pengamanan senjata di lingkungan internal kepolisian. Penyidik kini memfokuskan investigasi pada rekaman CCTV, hasil otopsi, serta keterangan saksi untuk menentukan kejadian tepatnya. Pihak kepolisian menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung secara menyeluruh dan akan dilaporkan secara transparan.

Sementara itu, kepolisian juga menangani kasus tawuran antar kelompok pemuda di Stasiun Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan. Enam pelaku telah diamankan untuk diperiksa lebih lanjut, meskipun pihak kepolisian menyatakan bahwa jumlah terlibat masih akan dievaluasi. Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol I Putu Yuni Setiawan, menegaskan bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap pelaku yang terbukti melanggar hukum.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya