Penempatan Manajer Kopdes Merah Putih Bukan Berdasarkan Wilayah Asal
Kemenkop menjelaskan penempatan manajer Kopdes Merah Putih tidak selalu mengacu pada domisili, karena ketersediaan titik koperasi dan jumlah calon tidak selalu seimbang.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 09.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Penempatan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) tidak selalu berdasarkan wilayah asal peserta, meskipun pemerintah tetap mengutamakan pendekatan lokal. Sekretaris Kemenkop Ahmad Zabadi menegaskan bahwa pendekatan rekrutmen tidak mengacu pada geografi, melainkan pada kesiapan operasional titik koperasi dan ketersediaan calon manajer. Hal ini menyebabkan terjadi ketidakseimbangan antara jumlah peserta yang lolos dengan jumlah titik Kopdes yang siap beroperasi di suatu daerah.
Dalam kondisi tertentu, wilayah tertentu memiliki jumlah calon manajer yang melimpah, sementara jumlah titik koperasi yang siap beroperasi terbatas. Sebaliknya, ada daerah lain yang sudah memiliki titik Kopdes siap, namun kekurangan tenaga manajer. Untuk mengatasi ketimpangan ini, sebagian manajer yang lolos rekrutmen ditempatkan di wilayah lain yang membutuhkan, meskipun tidak berada dalam domisili asal.
Pemerintah tetap berkomitmen menempatkan manajer sejauh mungkin di wilayah setempat. Namun, jika jumlah peserta melebihi jumlah titik yang tersedia di daerah asal, maka penempatan dialihkan ke daerah lain yang memerlukan. Proses ini dilakukan secara bertahap, dengan mempertimbangkan keseimbangan kebutuhan antarwilayah, kesiapan infrastruktur, dan ketersediaan kuota.
Data Simkopdes menunjukkan bahwa 55,69 persen manajer ditempatkan dalam jarak maksimal 10 kilometer dari domisili, sementara 71,91 persen berada dalam jarak maksimal 50 kilometer. Sebanyak 65,14 persen manajer tetap berada di kabupaten/kota asal, dan 88,28 persen berada di provinsi asal. Hanya 11,27 persen yang ditempatkan lintas provinsi, dengan jarak median penempatan mencapai 6,53 kilometer.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Aktivitas Fisik Sesuai Usia Dongkrak Tumbuh Kembang Anak
Program olahraga yang disesuaikan tahap perkembangan anak mendukung pertumbuhan fisik, motorik, dan kesehatan mental secara optimal.
29 September 2026

Siti Hasmah Wafat di Usia 100 Tahun, Dimakamkan Secara Kenegaraan
Istri mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, Siti Hasmah, meninggal dunia di usia 100 tahun di Institut Jantung Negara, Kuala Lumpur, dan dimakamkan secara kenegaraan dengan kehadiran tokoh nasional.
29 September 2026

Pangan Lokal Jadi Fondasi Ketahanan Nasional
Pemerintah mempercepat diversifikasi pangan berbasis kekayaan hayati lokal melalui Perpres 81/2024, dengan fokus pada pemanfaatan 2.564 spesies tumbuhan dan penguatan ekonomi daerah melalui inovasi produk olahan.
29 September 2026

Festival Padi Petani Maju 2026 Perkuat Kolaborasi Swasembada Pangan
Festival Padi Petani Maju 2026 digelar sebagai bentuk sinergi antar sektor untuk tingkatkan produktivitas padi dan dukung swasembada pangan nasional.
29 September 2026
Berita Lainnya

Museum Bing Slamet Dibangun untuk Wariskan Warisan Seni
Selasa, 29 September 2026, 09.30 WITA

170 Bidang Tanah di Ngawi Ditetapkan untuk Pemanfaatan Berkelanjutan
Selasa, 29 September 2026, 09.30 WITA

Samsat Keliling Beroperasi di 14 Titik Jadetabek
Selasa, 29 September 2026, 09.30 WITA

Evakuasi Hiu Paus di Wakatobi dan Permohonan Maaf Gibran
Selasa, 29 September 2026, 09.29 WITA

Cedera Hamstring pada Atlet: Penyebab, Pencegahan, dan Langkah Pemulihan
Selasa, 29 September 2026, 09.19 WITA

Pemerintah Percepat Uji Coba MLFF untuk Transaksi Tol Nirsentuh
Selasa, 29 September 2026, 09.14 WITA

Proses Balik Nama dan Mutasi Sepeda Motor Wajib Dilakukan
Selasa, 29 September 2026, 09.14 WITA

OpenAI Perkenalkan GPT-6 Sol dan Luna, Lebih Cepat dan Hemat Biaya
Selasa, 29 September 2026, 09.11 WITA

