Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Penerbangan Garuda Kembali ke Jakarta Imbas Asap Karhutla Pontianak

Penerbangan GA500 Garuda Indonesia dari Jakarta ke Pontianak kembali ke Bandara Soekarno-Hatta karena jarak pandang di Bandara Supadio terganggu akibat asap karhutla.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 14.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Penerbangan Garuda Kembali ke Jakarta Imbas Asap Karhutla Pontianak
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Penerbangan GA500 milik Garuda Indonesia yang seharusnya menerbangkan penumpang dari Jakarta menuju Pontianak terpaksa membatalkan pendaratan di Bandara Supadio pada Rabu (2/9) pagi. Alasannya, jarak pandang di bandara tujuan turun di bawah ambang batas keselamatan penerbangan, yang disebabkan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Barat. Pesawat kemudian kembali ke Bandara Soekarno-Hatta dan mendarat pada pukul 10.13 WIB.

Setelah memantau kondisi cuaca dan visibilitas secara ketat, Garuda Indonesia mengizinkan penerbangan dilanjutkan dari Jakarta pada pukul 12.51 WIB. Pesawat akhirnya tiba dengan selamat di Bandara Supadio Pontianak pada pukul 14.25 WIB. Perusahaan menegaskan bahwa keputusan penyesuaian operasional merupakan bagian dari komitmen terhadap keselamatan penerbangan, dengan koordinasi intensif bersama otoritas penerbangan sipil.

Kondisi serupa terjadi pada lima penerbangan lain yang mengarah ke wilayah Indonesia bagian barat, termasuk rute menuju Palembang, Jambi, dan Pontianak. Salah satunya adalah penerbangan yang kembali ke bandara asal (return to base), sementara lainnya mengalihkan tujuan pendaratan. Jakarta Air Traffic Service Control (JATSC) mencatat jarak pandang di Jakarta masih dalam kisaran aman, yaitu 7.000 hingga 8.000 meter, namun di daerah terdampak seperti Pontianak, jarak pandang turun hingga sekitar 1.000 meter.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan peningkatan titik panas di Kalimantan Barat hingga mencapai 7.377 titik pada Senin (31/8), naik signifikan dari periode sebelumnya. Jumlah fire spot juga meningkat menjadi 72 titik. Di Kalimantan Tengah, meski jumlah hotspot turun menjadi 5.244 titik, fire spot naik menjadi 72 titik, dengan jarak pandang tetap terpantau di bawah satu kilometer.

Pemantauan visibilitas terus dilakukan secara intensif oleh otoritas penerbangan untuk menilai kelayakan pendaratan dan penerbangan. Notam (notice to air missions) dikeluarkan sebagai informasi resmi bagi maskapai mengenai kondisi yang dapat memengaruhi operasional penerbangan. Upaya ini bertujuan menjaga keselamatan, kenyamanan, dan keandalan penerbangan, terlepas dari kondisi cuaca ekstrem akibat bencana kebakaran hutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya