Penerimaan Migas Melonjak 109% di Tengah Harga Minyak Dunia Naik
Proyeksi penerimaan negara dari sektor hulu migas mencapai 109% dari target APBN 2026, didorong kenaikan harga minyak mentah Indonesia ke level US$105–US$106 per barel.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 09.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 50x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Penerimaan negara dari sektor hulu minyak dan gas bumi diproyeksikan melampaui target APBN 2026 hingga 109 persen, menunjukkan dampak signifikan dari kenaikan harga minyak mentah dunia terhadap keuangan negara. Kenaikan ini didorong oleh rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang kini berada di kisaran US$105 hingga US$106 per barel, jauh melampaui asumsi awal dalam perencanaan anggaran sebesar US$75 per barel. Peningkatan tersebut menjadi faktor kunci dalam memperkuat posisi kas negara dari sektor energi.
Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas, Desti Melanti, menegaskan bahwa dinamika geopolitik global yang memengaruhi pasokan minyak mentah menjadi penyumbang utama kenaikan harga. Dalam konferensi pers di Jakarta, ia menyampaikan bahwa pencapaian ini menjadi bukti responsifnya sektor migas terhadap kondisi pasar internasional. Proyeksi 109 persen tersebut mencakup perkiraan penerimaan hingga akhir tahun 2026, dengan realisasi hingga saat ini sudah mencapai 80 persen dari target.
Meskipun volume ekspor atau lifting tidak mengalami kenaikan signifikan, kenaikan harga ICP secara efektif mendorong kenaikan penerimaan. Desti memperkirakan harga minyak tetap stabil di rentang US$95 hingga US$98 per barel hingga akhir tahun, bahkan bisa menyentuh US$100 jika ketidakpastian global berlanjut. Dengan kondisi ini, pemerintah berupaya memanfaatkan momentum untuk memaksimalkan produksi dan pengiriman minyak dari lapangan-lapangan yang sudah beroperasi.
Strategi yang diterapkan SKK Migas kini berfokus pada optimalisasi volume lifting guna memperbesar kontribusi penerimaan negara di tengah harga tinggi. Dengan harga yang tinggi, setiap satuan produksi memberikan dampak lebih besar terhadap pendapatan negara. Di sisi lain, lonjakan harga juga berpotensi menekan anggaran subsidi energi, namun sektor hulu migas diharapkan mampu menyeimbangkan beban tersebut melalui tambahan setoran.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

