Penertiban Tambang Ilegal Dorong Lonjakan Kinerja PT Timah
Penutupan 1.000 titik tambang ilegal di Bangka Belitung memicu lonjakan kinerja PT Timah Tbk hingga 900% dan kenaikan kapitalisasi pasar 280%, seiring pemulihan kedaulatan sumber daya alam nasional.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 12.03 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 42x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Langkah tegas pemerintah dalam menertibkan aktivitas pertambangan ilegal khususnya pada komoditas timah telah menunjukkan dampak signifikan terhadap kinerja perusahaan BUMN dan stabilitas pasar global. Penutupan sekitar seribu titik tambang ilegal di wilayah Bangka Belitung secara langsung menghentikan aliran bahan baku timah ilegal yang selama ini menjadi andalan industri luar negeri. Akibatnya, sejumlah perusahaan di luar negeri mulai mengalami kesulitan mendapatkan pasokan bahan baku, menandai pergeseran signifikan dalam dinamika perdagangan komoditas global.
Pernyataan eks Menteri Keuangan periode 1998 menegaskan bahwa industri asing selama ini secara sadar memanfaatkan kelalaian pengawasan di Indonesia untuk mendapatkan timah hasil penyelundupan. “Mereka tahu itu barang ilegal, tapi tetap diterima karena keuntungan yang dihasilkan,” ujar dia dalam perbincangan publik, menyoroti praktik yang telah berlangsung puluhan tahun dan mendukung eksploitasi sumber daya alam tanpa pertanggungjawaban. Penertiban kini menutup celah tersebut dan mengembalikan kontrol atas kekayaan alam ke tangan negara.
PT Timah Tbk menjadi salah satu penerima manfaat utama dari kebijakan ini. Dalam periode semester pertama tahun 2026, perusahaan mencatatkan peningkatan keuntungan mencapai 900% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini disebabkan oleh pemulihan kinerja operasional, peningkatan penjualan, serta peningkatan nilai kapitalisasi pasar hingga 280%. Angka-angka tersebut menjadi bukti nyata bahwa reformasi tata kelola dan penegakan hukum yang konsisten dapat mengubah kondisi BUMN dari rugi menjadi menguntungkan dalam waktu singkat.
Presiden RI menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari komitmen penuh terhadap tata kelola yang bersih dan transparan. Dalam dialog dengan para jurnalis dan pakar, ia menyampaikan bahwa penutupan tambang ilegal bukan sekadar tindakan represif, melainkan langkah strategis untuk memastikan seluruh potensi ekonomi timah nasional tetap berada dalam koridor negara. “Ini bukan hanya soal keuntungan, tapi soal kedaulatan dan keadilan ekonomi,” tegasnya, menekankan bahwa tidak ada ruang bagi praktik pencurian aset negara dalam struktur pemerintahan dan BUMN.
Pemerintah kini melanjutkan upaya serupa di sektor lain dengan menertibkan ribuan tambang ilegal dan memperkuat struktur BUMN untuk mencegah kebocoran anggaran. Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa hasil dari sumber daya alam yang dikelola secara sah dan berkelanjutan secara langsung menguntungkan negara dan rakyat. Dengan pendekatan ini, diharapkan tercipta sistem ekonomi yang lebih sehat, adil, dan berkelanjutan di masa depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Operasi gabungan di Jayapura menyita 10 kilogram ganja, senjata api, dan senjata tajam, serta menangkap 10 orang, termasuk warga negara Papua Nugini.
24 Oktober 2026

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Pengadilan Niaga Jakarta Pusat membatalkan putusan KPPU terhadap 97 penyelenggara pinjaman daring karena dinilai melanggar doktrin tindakan negara dan tidak memenuhi kriteria pasar bersangkutan.
24 Oktober 2026

Presiden Korea Selatan Buka Pintu Debat Politik Lewat AI
Presiden Lee Jae Myung memicu kontroversi dengan mengacu pada respons AI Gemini untuk membela kehadiran kepala lembaga investigasi dalam rapat kabinet, memicu reaksi keras dari oposisi.
24 Oktober 2026

Perlu Kajian Mendalam Usulan Perubahan Definisi Korupsi
Menteri Koordinator Hukum menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap wacana perubahan definisi korupsi yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

