Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pengawasan Kendaraan ODOL Diperketat di Pelabuhan Tanjung Perak

Kemenhub perkuat pengawasan kendaraan ODOL di Pelabuhan Tanjung Perak melalui integrasi sistem dan penerapan teknologi untuk mendukung keselamatan angkutan laut hingga 2027.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 21.07 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 34x dibuka
Pengawasan Kendaraan ODOL Diperketat di Pelabuhan Tanjung Perak📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Perhubungan kini memperkuat pengawasan terhadap kendaraan yang melanggar batas dimensi dan beban (ODOL) di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas potensi risiko keselamatan dalam operasional angkutan laut, khususnya pada kapal penyeberangan jenis RoRo yang membawa kendaraan. Pengawasan diperketat guna menjamin kendaraan yang diangkut sesuai dengan kapasitas dan standar teknis kapal yang telah ditetapkan.

Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran, Budi Mantoro, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari strategi nasional menuju zero ODOL pada tahun 2027. Ia menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dan keterpaduan sistem informasi dalam mewujudkan pengawasan yang efektif. Salah satu langkah utama adalah pengintegrasian sistem e-ticketing operator pelayaran dengan Inaportnet, yang akan mempermudah pemantauan data kendaraan dan manifest penumpang secara real-time.

Di lapangan, Pelabuhan Tanjung Perak telah menjadi pusat uji coba penertiban ODOL. Sejumlah upaya telah dilakukan, termasuk penertiban muatan berlebih dan penerapan pembatasan tinggi kendaraan maksimal 4,2 meter. Batas tersebut diterapkan melalui pemasangan gawang pembatas di pintu masuk utama dan Ruang Tunggu Kendaraan (RTK). Selain itu, pihak pelabuhan juga menguji coba teknologi X-ray untuk mendeteksi barang berbahaya yang disembunyikan dalam kendaraan sebelum diangkut.

Kepala KSOP Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun, menyampaikan bahwa koordinasi dengan operator kapal, pengelola terminal, dan instansi terkait menjadi kunci keberhasilan program. Ia menekankan bahwa peningkatan pengawasan tidak boleh mengorbankan kelancaran layanan. Dengan pendekatan digitalisasi dan pengawasan bersinergi, diharapkan sistem transportasi laut menjadi lebih aman, teratur, dan efisien, serta memberikan perlindungan maksimal bagi penumpang dan pengguna jasa.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya