Penyidikan MBG Perluas Pemeriksaan ke Tenaga Ahli dan Yayasan
Kejagung periksa tujuh saksi terkait dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis 2025–2026, termasuk tenaga ahli, pejabat, dan perwakilan yayasan.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 00.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Tim penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung telah melaksanakan pemeriksaan terhadap tujuh saksi dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) periode 2025–2026. Pemeriksaan dilakukan pada Senin (31/8) dan dikonfirmasi oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, pada Selasa (1/9). Proses ini merupakan bagian dari upaya melengkapi berkas perkara guna memperkuat bukti yang diperlukan dalam penegakan hukum.
Para saksi yang diperiksa meliputi dua tenaga ahli dari Badan Garansi Nasional (BGN), yakni NHG dan AR. Selain itu, dua pejabat pembuat komitmen (PPK) pada program MBG, berinisial MS dan AM, juga dimintai keterangan. Saksi lainnya mencakup seorang ASN dari BGN bernama HC serta perwakilan yayasan HMB, AR. Semua pihak diperiksa untuk mengungkap dinamika pelaksanaan program dan keterkaitan dengan proses pengadaan barang.
Anang menegaskan bahwa penyidikan berlangsung secara profesional, independen, dan akuntabel, dengan tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah serta prinsip kehati-hatian. Proses ini tidak hanya fokus pada pemeriksaan saksi, tetapi juga pada pengumpulan data dan dokumentasi yang relevan terkait pengelolaan anggaran dan distribusi barang.
Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dalam kasus ini, termasuk mantan kepala dan wakil kepala BGN, kaki tangan mantan pejabat, serta perwakilan yayasan dan pejabat struktural. Dalam pelaksanaannya, program yang seharusnya dikelola oleh yayasan Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terafiliasi dengan sekolah penerima, justru banyak ditunjuk oleh pihak-pihak yang memiliki hubungan dekat dengan pejabat BGN, meski tidak memenuhi kriteria kelayakan.
Kerusakan sistem terjadi pula dalam pengadaan barang, di mana terjadi mark up harga yang signifikan. Barang-barang seperti 21.801 unit motor listrik senilai Rp1,03 triliun, 32.000 pasang sepatu, 31.994 unit tablet, serta 5.400 unit televisi 75 inch, diduga mengalami peningkatan harga yang tidak wajar, berdampak pada efektivitas operasional program dan menimbulkan kerugian negara.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Wisata Bromo Tetap Beroperasi, Syuting Dibekukan Sementara
Aktivitas pengambilan gambar dan syuting di kawasan Gunung Bromo ditangguhkan sementara demi mencegah kebakaran lahan akibat musim kemarau ekstrem.
9 September 2026

Eks Ketua DPR Filipina Ditangkap Terkait Skandal Korupsi Rp2,1 Triliun
Mantan Ketua DPR Filipina, sepupu presiden, ditangkap karena dugaan korupsi proyek infrastruktur senilai 7,44 miliar peso (Rp2,1 triliun) selama periode 2022–2025.
9 September 2026

Empat Lukisan Renoir Raib dari Museum di Prancis
Empat karya seni Renoir hilang dari museum di Cagnes-sur-Mer, dua di antaranya telah ditemukan kembali dalam penyelidikan yang masih berlangsung.
9 September 2026

Warga Saudi Jadi Korban Penusukan di Mayfair, Polisi Tangkap Pelaku
Seorang warga asing asal Arab Saudi mengalami penusukan di Mayfair, London, dalam insiden percobaan perampokan yang tidak mengancam jiwa.
9 September 2026
Berita Lainnya

Anak Rentan Iritasi Paru Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.47 WITA

7 Langkah Alami Atasi Tenggorokan Gatal Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Makanan Alami Bantu Atasi Lendir di Tenggorokan Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Motor Agustus 2026 Turun Signifikan
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Mobil Nasional Agustus 2026 Tumbuh, Toyota Puncaki Peringkat
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Harga Apple Naik Akibat Kelangkaan Chip, Penjualan Tetap Stabil
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Penjualan Mobil Capai Rekor Tertinggi, BYD Masuk Lima Besar
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Pabrik BYD Subang Beroperasi, Harga Mobil Listrik Tak Turun Langsung
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA


