Perang di Gurun Lahj: Dampak Kekerasan pada Warga dan Stabilitas Energi Global
Konflik sengit antara pasukan pro-pemerintah Yaman dan milisi Houthi di wilayah gurun Lahj memperburuk krisis kemanusiaan dan mengancam jalur maritim strategis Bab al-Mandab.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 21.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 171x dibuka
📷 BBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Di tengah hamparan gurun yang luas dan terpencil di barat daya Yaman, pertempuran sengit terus berlangsung antara pasukan pro-pemerintah dan milisi Houthi. Perjalanan koresponden ke wilayah tersebut menunjukkan garis pertahanan baru yang dibangun dari karung pasir, menandai upaya keras untuk menahan serangan dari kelompok yang didukung Iran. Komandan pasukan, Tawfiq Al Haboun, mengungkapkan bahwa musuh memiliki senjata canggih, termasuk penembak jitu, artileri, dan drone berbahan peledak C4, yang telah melukai dirinya sendiri dengan serpihan logam dan kaca.
Wilayah strategis di dataran tinggi dekat koridor maritim Bab al-Mandab kini menjadi titik krusial dalam konflik. Meskipun milisi Houthi sempat merebut wilayah tersebut dalam serangan cepat bulan September, pasukan pro-pemerintah melaporkan telah memulihkan kendali atas sekitar 85 persen wilayah itu. Kendati begitu, Houthi tetap menolak mengakui kehilangan kendali di area tersebut, meski sumber lokal menyebutkan penarikan pasukan dari beberapa posisi. Ketegangan di area ini berpotensi mengganggu aliran minyak global, karena jalur sempit Bab al-Mandab menjadi kunci bagi perdagangan energi internasional.
Kekerasan yang melanda kawasan ini telah memaksa sekitar 200.000 warga mengungsi sejak awal September. Di bawah pohon-pohon yang rindang, keluarga-keluarga terlantar ditemukan dalam kondisi memprihatinkan. Aisha, seorang perempuan dari pegunungan Kahboob, menceritakan pengalaman mengungsi selama 30 hari tanpa makanan, air, atau perlindungan. “Saya tidak punya apa-apa, hanya pakaian yang saya kenakan,” ujarnya, menggambarkan penderitaan yang dialami banyak warga yang terdampak konflik.
Di kota Aden, pusat pemerintahan yang diakui secara internasional, rumah sakit militer kewalahan menangani korban luka. Dalam sehari, 51 pasien tiba secara bersamaan, mayoritas mengalami luka tembak dan beberapa membutuhkan amputasi. Dokter Bassam Hazar menegaskan bahwa semua korban diperlakukan tanpa memandang latar belakang, menekankan prinsip kemanusiaan. Di antara mereka, seorang milisi Houthi berbaring berdampingan dengan pejuang pro-pemerintah, menunjukkan realitas perang yang tak memandang ideologi.
Meski perang berkecamuk, semangat bertahan dan kembali berjuang masih hidup. Ahmed Ali Mahmoud, yang mengalami patah tulang, menyatakan bahwa pulihnya fisik bukan prioritas utama. “Saya ingin berdiri tegak, karena ini kewajiban agama dan nasional,” ujarnya. Di tengah penderitaan, harapan akan perdamaian terus menjadi suara yang terdengar lemah, namun tak pernah benar-benar padam.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Hakim Batalkan Vonis Kartel Bunga, AFPI Soroti Kepatuhan Regulator
Putusan pengadilan membatalkan dakwaan kartel bunga terhadap platform pinjaman daring, dengan menilai kepatuhan terhadap arahan OJK sebagai dasar operasional yang sah.
24 Oktober 2026

Vila Eks Hitler di Alpen Terbakar, Satu Tersangka Ditahan
Sebuah bangunan bersejarah milik Adolf Hitler di pegunungan Alpen terbakar, dengan satu orang ditangkap dan penyelidikan masih berlangsung.
24 Oktober 2026

Unjuk Rasa Massal Guncang Prancis, 135 Orang Ditangkap
Aksi protes besar-besaran di berbagai kota Prancis menewaskan 135 orang ditangkap, menyusul kemarahan sosial terhadap kebijakan pemerintah dan aksi kongres partai sayap kanan.
24 Oktober 2026

Pimpinan CTIF di Singapura Tekankan Kolaborasi Intelijen Anti-Terorisme
Mayjen TNI Rio Firdianto memimpin rapat CTIF Council di Singapura, perkuat sinergi intelijen sembilan negara hadapi ancaman terorisme sekaligus peringati lima tahun berdirinya fasilitas kolaborasi tersebut.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

