Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Perangkat Rumah Tangga yang Tak Pernah Mati, Tapi Terus Boros Listrik

Banyak perangkat elektronik di rumah terus mengonsumsi listrik meski tak digunakan, menyebabkan tagihan membengkak tanpa disadari.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 18.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Perangkat Rumah Tangga yang Tak Pernah Mati, Tapi Terus Boros Listrik
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Beberapa perangkat rumah tangga justru tetap menyedot daya meski sudah dimatikan secara fisik, fenomena yang dikenal sebagai 'vampir energi'. Perangkat dengan layar digital, jam waktu, atau koneksi internet terus beroperasi dalam mode siaga, termasuk microwave, router Wi-Fi, dan speaker pintar. Bahkan saat tidak digunakan untuk memasak atau mendengarkan musik, alat-alat ini tetap aktif memproses sinyal atau menampilkan informasi, menguras listrik secara terus-menerus sepanjang hari.

Pemanas air menjadi salah satu konsumsi listrik terbesar, terutama pada model lama yang rentan terkena endapan kotoran di tangki. Akibatnya, sistem pemanas harus bekerja lebih keras dan mengonsumsi hingga 4.000 watt tanpa henti. Sementara itu, pendingin ruangan menjadi penyumbang utama tagihan listrik rumah tangga, menyumbang hingga 40 persen dari total konsumsi. Penggunaan kipas angin bersamaan dengan AC dapat menekan penggunaan daya secara signifikan.

Kulkas yang beroperasi 24 jam juga menjadi sumber konsumsi listrik tinggi. Kinerjanya bisa menurun jika karet pintu tidak tertutup rapat atau jika pintu sering dibuka. Begitu pula mesin cuci yang menggunakan air panas dan pengering pakaian yang termasuk perangkat paling boros listrik. Mengeringkan pakaian di bawah sinar matahari menjadi solusi hemat energi yang efektif.

Oven listrik dan televisi juga tak lepas dari konsumsi listrik tersembunyi. Oven membutuhkan daya besar untuk mencapai suhu tinggi, dan pemanasan awal menambah beban energi. Sedangkan televisi, konsol game, dan decoder yang dibiarkan dalam mode siaga tetap mengonsumsi listrik. Penggunaan stop kontak ber-sakelar dapat memutus arus secara total saat perangkat tidak digunakan, membantu mengurangi pemborosan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya