Percepatan Izin TKAs Dukung Iklim Investasi dan Transfer Teknologi
Pemerintah mempercepat proses izin tenaga kerja asing untuk memperkuat iklim investasi dan memfasilitasi transfer pengetahuan ke tenaga kerja lokal.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 07.36 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 26x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah menetapkan percepatan layanan izin tenaga kerja asing sebagai langkah strategis dalam memperbaiki iklim investasi nasional. Dengan menyederhanakan prosedur administratif, pemerintah bertujuan memberikan kepastian waktu dan proses bagi pelaku usaha yang membutuhkan tenaga ahli dari luar negeri. Keberadaan tenaga kerja asing dipandang sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas industri di sektor-sektor yang memerlukan keahlian khusus.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM menegaskan bahwa efisiensi perizinan tidak hanya menarik minat investor, tetapi juga berdampak langsung pada pertumbuhan Foreign Direct Investment (FDI) serta penciptaan lapangan kerja berkualitas. Menurutnya, kehadiran tenaga kerja asing diharapkan mampu menjadi pemicu transfer of knowledge dan teknologi ke sumber daya manusia dalam negeri, yang pada akhirnya memperkuat daya saing industri nasional.
Langkah ini didukung oleh kolaborasi tiga kementerian yang memastikan integrasi sistem layanan perizinan secara digital. Dengan sistem terhubung, proses pengajuan izin diharapkan lebih transparan dan dapat dipantau secara real time. Target implementasi aplikasi digital ini ditetapkan pada akhir bulan September 2026, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mengurangi ketidakpastian regulasi yang selama ini menjadi hambatan utama bagi investasi.
Dengan mengurangi birokrasi dan memperjelas tahapan administrasi, pemerintah berharap mampu menciptakan lingkungan usaha yang lebih kondusif. Keberhasilan program ini dinilai akan menentukan daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi jangka panjang, sekaligus membuka peluang bagi pengembangan SDM lokal yang lebih unggul secara kompetensi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

AI dan Transisi 20 Tahun yang Penuh Gejolak
Bill Gates memperingatkan potensi gejolak sosial dan ekonomi selama dua dekade ke depan akibat transformasi besar akibat kecerdasan buatan.
25 Oktober 2026

AI Prediksi Kelangsungan Hidup Pasien Kanker dari Foto Wajah
Teknologi kecerdasan buatan kini mampu memperkirakan peluang hidup pasien kanker hanya berdasarkan satu foto wajah, berkat pengembangan alat berbasis analisis wajah yang akurat dan konsisten.
25 Oktober 2026

Daniel Nadler, Pendiri 'ChatGPT Dokter' yang Kaya Raya dari Teknologi Kesehatan
Daniel Nadler, pendiri OpenEvidence, kini memiliki kekayaan mencapai Rp137,5 triliun berkat platform kecerdasan buatan yang membantu dokter dalam pengambilan keputusan klinis.
25 Oktober 2026

Teknologi REEV Dorong Hemat BBM 65 Km Per Liter
Menteri Perindustrian soroti potensi kendaraan Range Extended Electric Vehicle yang mampu menempuh 65 km per liter BBM dan menjangkau 1.600 km dengan pengisian penuh.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

