Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Perempuan Lampung Diminta Dorong Ekonomi Lokal Lewat Hilirisasi dan Digitalisasi

Gubernur Lampung ajak IWAPI perkuat peran perempuan dalam hilirisasi pangan dan transformasi digital usaha mikro.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 00.49 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Perempuan Lampung Diminta Dorong Ekonomi Lokal Lewat Hilirisasi dan Digitalisasi
Foto: Tempo

Kendari, ıNarasikita - Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan pentingnya kontribusi perempuan dalam memacu pertumbuhan ekonomi daerah melalui inovasi dan transformasi digital. Pernyataan itu disampaikan dalam pembukaan Rapat Kerja Daerah IV DPD IWAPI Provinsi Lampung yang digelar di Bandarlampung, Kamis, 27 Agustus 2026. Acara bertema “IWAPI Lampung: Inovasi Pangan Lokal Go Digital” menjadi ajang strategis bagi para pengusaha perempuan untuk merancang program kerja dan memperkuat kemitraan dengan pemerintah serta sektor swasta.

Mirza menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak lagi hanya ditentukan oleh investasi besar, melainkan oleh jumlah pelaku usaha lokal yang mampu tumbuh secara mandiri. Ia menilai perempuan kini telah membuktikan kapasitasnya melalui kompetensi dan kerja keras, bukan karena gender. Dalam konteks itu, organisasi seperti IWAPI dimaksimalkan sebagai wadah strategis untuk menggerakkan ekonomi berbasis sumber daya lokal, khususnya dalam pengolahan komoditas unggulan seperti singkong, jagung, dan padi.

Untuk mendorong transformasi ini, Gubernur menyerukan penguatan akses permodalan bagi pelaku UMKM, terutama anggota IWAPI yang fokus pada hilirisasi. Ia meminta Bank Lampung menghadirkan skema kredit dengan bunga nol persen guna menopang pengembangan produksi dan ekspansi usaha. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan nilai tambah produk, serta menjamin kemandirian ekonomi masyarakat.

Ketua Umum DPP IWAPI, Dyah Anita Prihapsari, menyambut baik arahan gubernur dan menegaskan komitmen organisasi untuk terus memperluas kapasitas perempuan melalui digitalisasi dan jaringan nasional maupun global. Dengan usia 50 tahun, IWAPI telah memiliki lebih dari 40.000 anggota di 38 provinsi dan 249 kabupaten/kota, serta memiliki representasi di Malaysia. Program-program pelatihan dan pendampingan teknologi digital terus digalakkan demi menyiapkan UMKM perempuan menghadapi tantangan era digital.

Mirza berharap IWAPI tidak hanya menjadi wadah konsolidasi, tetapi juga menjadi pusat inovasi dan kolaborasi yang mendorong perempuan Lampung menjadi aktor utama dalam pembangunan ekonomi daerah. Ia menekankan bahwa keberhasilan ekonomi lokal harus dimulai dari penguatan kapasitas lokal, dengan perempuan sebagai motor utamanya. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan organisasi seperti IWAPI menjadi kunci untuk mewujudkan kemandirian ekonomi berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya