Pertamina Siapkan Ekosistem E20 Secara Komprehensif
Pertamina mempersiapkan infrastruktur penyaluran bioethanol hingga E20 di sejumlah wilayah, mulai dari terminal hingga SPBU, dengan fokus pada integrasi sistem dan pelatihan penanganan khusus.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 22.26 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 12x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pertamina telah memulai langkah strategis dalam membangun ekosistem pendukung implementasi bahan bakar campuran bioethanol hingga tingkat E20. Kesiapan ini mencakup pengadaan fasilitas di terminal BBM di Jakarta dan Surabaya sebagai bagian dari program Pertamax Green 95, yang menjadi ujung tombak pengujian dan distribusi bahan bakar berbasis bio. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menyusun fondasi yang kokoh untuk penggunaan bahan bakar berkelanjutan di skala nasional.
Pemimpin divisi pengembangan bisnis Pertamina, Ary Kurniawan, menekankan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam memastikan kelancaran program E20. Ia menjelaskan bahwa kesiapan terminal bukan hanya soal kapasitas penyimpanan, tetapi juga penyesuaian teknis agar mampu menangani karakteristik bioethanol yang berbeda dari bahan bakar konvensional. Proses penyesuaian diperkirakan memakan waktu 1–2 tahun, terutama jika ekspansi dilakukan ke wilayah Jawa dan Bali, lalu menyeluruh ke seluruh Indonesia.
Kesulitan terbesar bukan hanya pada infrastruktur tetapi juga pada penerapan di lapangan, khususnya di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Perlu penyesuaian pada tangki, sistem penyaluran, dan dispenser agar mampu menangani bioethanol secara aman dan efisien. Ary menyoroti perlunya dukungan bersama dari pemerintah, asosiasi SPBU seperti Hiswana Migas, serta operator SPBU untuk memastikan kesiapan operasional di tingkat lapangan.
Karena bioethanol bersifat higroskopis—mudah menyerap air—penanganan penyimpanan dan distribusi harus dilakukan dengan ketat untuk menjaga kualitas bahan bakar. Untuk itu, Pertamina akan menyelenggarakan pelatihan khusus bagi petugas di terminal, kapal pengangkut, hingga SPBU. Pelatihan ini dirancang agar seluruh elemen rantai pasok mampu mengelola bahan bakar bio secara profesional dan konsisten.
Integrasi sistem dari hulu hingga hilir menjadi kunci utama. Menurut Ary, tidak cukup hanya menyiapkan satu titik infrastruktur, tetapi harus membangun keterkaitan yang utuh antara penerimaan, penyimpanan, pengangkutan, dan penyaluran. Dengan pendekatan terpadu ini, diharapkan implementasi E20 dapat berjalan lancar dan berkelanjutan, sejalan dengan tujuan nasional dalam memperkuat ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Tim Jibom Brimob Polda Babel melakukan sterilisasi lokasi ledakan di penampungan besi tua di Belitung untuk memastikan tidak ada ancaman susulan dan mengungkap penyebab kejadian.
25 Oktober 2026

Houthi Lancarkan Serangan Berulang ke Kota Suci, Pemimpin Masjidil Haram Kecam Keras
Sheikh Abdulrahman Al-Sudais mengecam keras serangan rudal dan drone Houthi terhadap Makkah dan Madinah, menyatakan pelanggaran terhadap kesucian tempat suci dan norma kemanusiaan internasional.
25 Oktober 2026

NASA Soroti Lonjakan Kebakaran di Papua dan Kalimantan
NASA mencatat kebakaran hutan dan lahan di Papua serta Kalimantan mencapai level tertinggi sepanjang 2026, didorong El Niño dan aktivitas manusia, dengan emisi karbon melampaui rekor sebelumnya.
25 Oktober 2026

Lula dan Bolsonaro Tutup Kampanye di Pantai Rio
Dua tokoh politik utama Brasil, Lula dan Flavio Bolsonaro, menutup kampanye pemilu dengan massa besar di kawasan pantai Rio de Janeiro, menyusul debat terakhir yang memperuncing persaingan.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA

