Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pertamina Siapkan Ekosistem E20 Secara Komprehensif

Pertamina mempersiapkan infrastruktur penyaluran bioethanol hingga E20 di sejumlah wilayah, mulai dari terminal hingga SPBU, dengan fokus pada integrasi sistem dan pelatihan penanganan khusus.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 22.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pertamina Siapkan Ekosistem E20 Secara Komprehensif
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pertamina telah memulai langkah strategis dalam membangun ekosistem pendukung implementasi bahan bakar campuran bioethanol hingga tingkat E20. Kesiapan ini mencakup pengadaan fasilitas di terminal BBM di Jakarta dan Surabaya sebagai bagian dari program Pertamax Green 95, yang menjadi ujung tombak pengujian dan distribusi bahan bakar berbasis bio. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menyusun fondasi yang kokoh untuk penggunaan bahan bakar berkelanjutan di skala nasional.

Pemimpin divisi pengembangan bisnis Pertamina, Ary Kurniawan, menekankan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam memastikan kelancaran program E20. Ia menjelaskan bahwa kesiapan terminal bukan hanya soal kapasitas penyimpanan, tetapi juga penyesuaian teknis agar mampu menangani karakteristik bioethanol yang berbeda dari bahan bakar konvensional. Proses penyesuaian diperkirakan memakan waktu 1–2 tahun, terutama jika ekspansi dilakukan ke wilayah Jawa dan Bali, lalu menyeluruh ke seluruh Indonesia.

Kesulitan terbesar bukan hanya pada infrastruktur tetapi juga pada penerapan di lapangan, khususnya di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Perlu penyesuaian pada tangki, sistem penyaluran, dan dispenser agar mampu menangani bioethanol secara aman dan efisien. Ary menyoroti perlunya dukungan bersama dari pemerintah, asosiasi SPBU seperti Hiswana Migas, serta operator SPBU untuk memastikan kesiapan operasional di tingkat lapangan.

Karena bioethanol bersifat higroskopis—mudah menyerap air—penanganan penyimpanan dan distribusi harus dilakukan dengan ketat untuk menjaga kualitas bahan bakar. Untuk itu, Pertamina akan menyelenggarakan pelatihan khusus bagi petugas di terminal, kapal pengangkut, hingga SPBU. Pelatihan ini dirancang agar seluruh elemen rantai pasok mampu mengelola bahan bakar bio secara profesional dan konsisten.

Integrasi sistem dari hulu hingga hilir menjadi kunci utama. Menurut Ary, tidak cukup hanya menyiapkan satu titik infrastruktur, tetapi harus membangun keterkaitan yang utuh antara penerimaan, penyimpanan, pengangkutan, dan penyaluran. Dengan pendekatan terpadu ini, diharapkan implementasi E20 dapat berjalan lancar dan berkelanjutan, sejalan dengan tujuan nasional dalam memperkuat ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya