Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

PII dan Pemprov Jabar Perkuat Kolaborasi Teknis untuk Pembangunan Berkelanjutan

PII dan Pemprov Jawa Barat sepakati kerja sama strategis dalam penataan tata ruang, mitigasi bencana, serta modernisasi transportasi ramah lingkungan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 15.43 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 74x dibuka
PII dan Pemprov Jabar Perkuat Kolaborasi Teknis untuk Pembangunan Berkelanjutan📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menandatangani kesepakatan kolaborasi untuk mengakselerasi penyelesaian tantangan pembangunan daerah melalui pendekatan teknis dan berkelanjutan. Kerja sama ini mencakup sejumlah fokus utama, termasuk penataan tata ruang perkotaan, pengelolaan risiko bencana, serta transformasi sistem transportasi publik yang berwawasan lingkungan. Pertemuan ini berlangsung dalam konteks Konferensi Insinyur se-Asia Tenggara ke-44 di Bandung, yang menjadi ruang dialog lintas disiplin keinsinyuran.

Ketua Umum PII, Ilham Akbar Habibie, menegaskan komitmen penuh organisasi dalam mendukung langkah-langkah strategis Jawa Barat. Ia menyampaikan bahwa potensi teknologi dan industri di wilayah tersebut sangat besar, terutama berkat ketersediaan institusi pendidikan tinggi dan sektor swasta berbasis inovasi. “Kami telah melakukan berbagai diskusi intensif dengan Gubernur, dan PII siap menjadi mitra strategis dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan,” ujarnya.

Dalam pandangan Gubernur Dedi Mulyadi, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh skala proyek, tetapi juga oleh dampak nyata terhadap kualitas hidup masyarakat. Ia menyoroti persistensi masalah kemacetan dan banjir di kawasan perkotaan yang perlu dievaluasi dari sudut pandang rekayasa tata ruang. “Tata ruang harus dirancang secara teknis mendalam agar bisa menjadi model yang dapat ditiru, ramah lingkungan, dan mampu mengubah wajah kota secara nyata,” tegasnya.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi landasan bagi lahirnya solusi teknis yang terukur, inklusif, dan berkelanjutan. PII menilai bahwa sinergi antara ilmu keinsinyuran dan kebijakan publik akan mempercepat realisasi visi pembangunan berkelanjutan di Jawa Barat, khususnya dalam sektor transportasi dan tata kelola ruang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya