PLTP Ungaran Jaga Cagar Budaya, Fokus pada Keberlanjutan dan Stabilitas Jaringan
Kementerian ESDM menegaskan pengembangan PLTP di Gunung Ungaran tetap menghargai kawasan cagar budaya, termasuk Candi Gedong Songo, dengan pendekatan terpadu dan komunikasi menyeluruh ke masyarakat.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 21.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di Wilayah Kerja Panas Bumi Gunung Ungaran, Jawa Tengah, tetap menjunjung tinggi nilai-nilai pelestarian budaya, terutama kawasan Candi Gedong Songo. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa setiap tahap proyek dilakukan berdasarkan acuan teknis, keselamatan, dan pertimbangan kultural yang mendalam. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen menjaga keberlanjutan lingkungan dan budaya di wilayah yang memiliki nilai historis tinggi.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM menekankan bahwa lokasi pengeboran panas bumi akan diposisikan jauh dari kawasan cagar budaya. Ia mencontohkan pengalaman sukses di kawasan Dieng, Wonosobo, yang juga menyimpan nilai budaya, geologi, dan ekosistem penting, namun tetap mampu mengintegrasikan pembangkit panas bumi tanpa merusak kawasan. Hasilnya, ekosistem kembali pulih dan jaringan listrik di wilayah tersebut menjadi lebih stabil.
Proyek PLTP Gunung Ungaran direncanakan memiliki kapasitas sekitar 55 megawatt (MW) dan akan beroperasi pada tahun 2031, sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Sebelum tahap konstruksi dimulai, pengembang harus menyelesaikan penelitian dan eksplorasi untuk memastikan karakteristik reservoir panas bumi teridentifikasi secara akurat. Proses ini dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan aspek lingkungan, sosial, perizinan, dan keselamatan kerja.
Komunikasi dengan masyarakat di Kabupaten Semarang dan Kendal menjadi bagian penting dari pendekatan pengembangan. Kementerian ESDM berkomitmen menjelaskan secara transparan bahwa aktivitas pengeboran tidak akan mengganggu kawasan budaya utama. Tujuan utama adalah menjaga stabilitas pasokan listrik di Jawa Tengah melalui pembangkit energi terbarukan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi
Aktivitas industri manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2026, tercatat di level 49,8, menunjukkan penurunan aktivitas produksi.
9 September 2026

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Anak Rentan Iritasi Paru Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.47 WITA

Wisata Bromo Tetap Beroperasi, Syuting Dibekukan Sementara
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Langkah Alami Atasi Tenggorokan Gatal Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Makanan Alami Bantu Atasi Lendir di Tenggorokan Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Motor Agustus 2026 Turun Signifikan
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Mobil Nasional Agustus 2026 Tumbuh, Toyota Puncaki Peringkat
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Harga Apple Naik Akibat Kelangkaan Chip, Penjualan Tetap Stabil
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Penjualan Mobil Capai Rekor Tertinggi, BYD Masuk Lima Besar
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA


