Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

PLTP Ungaran Jaga Cagar Budaya, Fokus pada Keberlanjutan dan Stabilitas Jaringan

Kementerian ESDM menegaskan pengembangan PLTP di Gunung Ungaran tetap menghargai kawasan cagar budaya, termasuk Candi Gedong Songo, dengan pendekatan terpadu dan komunikasi menyeluruh ke masyarakat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 21.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
PLTP Ungaran Jaga Cagar Budaya, Fokus pada Keberlanjutan dan Stabilitas Jaringan
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di Wilayah Kerja Panas Bumi Gunung Ungaran, Jawa Tengah, tetap menjunjung tinggi nilai-nilai pelestarian budaya, terutama kawasan Candi Gedong Songo. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa setiap tahap proyek dilakukan berdasarkan acuan teknis, keselamatan, dan pertimbangan kultural yang mendalam. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen menjaga keberlanjutan lingkungan dan budaya di wilayah yang memiliki nilai historis tinggi.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM menekankan bahwa lokasi pengeboran panas bumi akan diposisikan jauh dari kawasan cagar budaya. Ia mencontohkan pengalaman sukses di kawasan Dieng, Wonosobo, yang juga menyimpan nilai budaya, geologi, dan ekosistem penting, namun tetap mampu mengintegrasikan pembangkit panas bumi tanpa merusak kawasan. Hasilnya, ekosistem kembali pulih dan jaringan listrik di wilayah tersebut menjadi lebih stabil.

Proyek PLTP Gunung Ungaran direncanakan memiliki kapasitas sekitar 55 megawatt (MW) dan akan beroperasi pada tahun 2031, sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Sebelum tahap konstruksi dimulai, pengembang harus menyelesaikan penelitian dan eksplorasi untuk memastikan karakteristik reservoir panas bumi teridentifikasi secara akurat. Proses ini dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan aspek lingkungan, sosial, perizinan, dan keselamatan kerja.

Komunikasi dengan masyarakat di Kabupaten Semarang dan Kendal menjadi bagian penting dari pendekatan pengembangan. Kementerian ESDM berkomitmen menjelaskan secara transparan bahwa aktivitas pengeboran tidak akan mengganggu kawasan budaya utama. Tujuan utama adalah menjaga stabilitas pasokan listrik di Jawa Tengah melalui pembangkit energi terbarukan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya