Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Polda Jatim Kerahkan BKO Tangani Karhutla di 9 Wilayah

Polda Jawa Timur mengerahkan pasukan BKO untuk mempercepat pemadaman dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan di sembilan daerah, meski jumlah titik api menurun.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 20x dibuka
Polda Jatim Kerahkan BKO Tangani Karhutla di 9 Wilayah📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Polda Jawa Timur menempatkan pasukan Bantuan Kendali Operasi (BKO) di sembilan wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) guna memperkuat upaya pemadaman dan pencegahan meluasnya api. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Dekananto Eko Purwono dalam apel gelar pasukan di Lapangan Mapolda Jatim, Rabu (21/10). Ia menekankan bahwa meskipun jumlah titik api telah berkurang dan sebagian besar kebakaran berskala kecil, kesiapsiagaan tetap harus dipertahankan demi menghindari munculnya titik api baru.

Dekananto menyatakan bahwa kehadiran personel BKO dimaksudkan untuk mempercepat respons lapangan dan memastikan penanganan dilakukan secara tepat sasaran. Ia menyoroti pentingnya koordinasi intensif antara kepolisian, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pemerintah daerah dalam memetakan lokasi kebakaran dan merancang strategi penanggulangan yang efektif. Upaya pencegahan serta pendukung penegakan hukum terhadap dugaan pelanggaran pembakaran lahan yang melanggar aturan juga menjadi fokus utama dalam operasi ini.

Ia menegaskan bahwa penurunan angka titik api tidak boleh menjadi alasan untuk mengendurkan kewaspadaan. Menurutnya, potensi munculnya kebakaran baru tetap tinggi selama musim kemarau berlangsung, mengingat arahan dari Presiden dan Kapolri yang menekankan perlunya penanganan karhutla secara maksimal. Setiap langkah operasional harus dilandasi kedisiplinan, kecepatan, dan akurasi data guna menekan dampak lingkungan dan sosial dari kebakaran hutan.

Seluruh personel BKO diwajibkan menjaga keselamatan diri dengan memastikan perlengkapan keselamatan lengkap sebelum memasuki area terdampak. Komandan lapangan diminta rutin memantau kondisi anggota dan melaporkan perkembangan situasi secara berkala sebagai bahan evaluasi operasional. Penugasan BKO direncanakan berlangsung selama tujuh hari, hingga 27 Oktober 2026, setelah itu akan dilakukan penilaian situasi untuk menentukan kebutuhan penambahan atau penyesuaian personel.

Dekananto mengajak seluruh anggota untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjadikan kehadiran polisi sebagai bentuk pelayanan nyata bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan warga, memastikan operasi tidak hanya efektif tetapi juga bermanfaat secara sosial. "Polisi harus dekat dengan rakyat, bersahabat, dan memberi manfaat. Tugas hari ini adalah bukti nyata dari komitmen tersebut," ujarnya, disertai doa untuk kesehatan dan keselamatan seluruh petugas.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya