Rabu, 7 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Polisi Gagal Lacak Pelaku Penculikan Anak Gara-gara Pelat Motor Palsu

Tim kepolisian kesulitan melacak pelaku penculikan dua anak perempuan di Kalideres karena menggunakan pelat nomor kendaraan palsu yang mengaburkan identitas.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 23.18 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Polisi Gagal Lacak Pelaku Penculikan Anak Gara-gara Pelat Motor Palsu📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Petugas kepolisian menghadapi tantangan serius dalam menangkap pelaku penculikan dan perampasan emas terhadap dua anak perempuan di wilayah Kalideres, Jakarta Barat. Kepolisian menyebut salah satu kendala utama adalah penggunaan pelat kendaraan palsu oleh tersangka, yang membuat identifikasi melalui sistem registrasi kendaraan menjadi tidak memungkinkan. Kepala Sektor Kalideres, Kompol Rihold Sihotang, menjelaskan bahwa semua rekaman kamera pengawas (CCTV) yang diperiksa tidak berhasil mengungkap pelaku karena pelat motor yang digunakan tidak sesuai data resmi.

Tim penyidik telah melakukan pengecekan langsung ke Samsat Tangerang untuk memverifikasi pelat nomor, namun hasilnya tidak menghasilkan informasi identitas pelaku. Meski demikian, dari analisis rekaman CCTV, polisi menduga pelaku adalah seorang perempuan dewasa yang bergerak dari lokasi kejadian menuju arah Tangerang Kota. Pemeriksaan berlanjut dengan menyisir sejumlah titik kamera di sepanjang rute yang ditempuh korban, termasuk wilayah Tegal Alur dan sekitarnya, sebagai upaya memperjelas gerak-gerik pelaku.

Peristiwa bermula pada Rabu sore, 30 September, saat dua anak perempuan berusia 9 dan 8 tahun, bernama KI dan CI, berangkat dari rumah menuju rumah tante untuk mengikuti les. Perjalanan yang biasanya hanya memakan waktu lima menit, justru tidak kunjung selesai. Setelah menunggu hampir satu jam tanpa kabar, keluarga mulai curiga dan langsung melakukan pencarian di sepanjang rute yang biasa dilalui. Sepeda kedua korban akhirnya ditemukan tergeletak di gang belakang rumah tante mereka, menandakan adanya kejadian tidak wajar.

Korban pertama, KI, ditemukan sekitar pukul 17.50 WIB di kawasan Pegadungan, dalam kondisi syok dan linglung. Pelaku menurunkannya di tepi jalan dan mengarahkannya masuk ke permukiman padat. Sementara sang adik, CI, baru ditemukan setelah waktu Isya, sekitar pukul 19.00 WIB, di sebuah rumah kosong di daerah Gempol Payak, dekat Bandara Soekarno-Hatta. Keduanya sempat menolak berbicara dan hanya memberikan isyarat tunjuk tangan sebelum akhirnya mau berkomunikasi setelah dibawa ke Pos RW.

Berdasarkan keterangan korban, pelaku mengintimidasi dan mendoktrin mereka agar tidak berbicara dengan siapa pun, serta mengambil kalung emas milik keduanya. Polisi telah memeriksa saksi, melakukan olah TKP, serta memetakan gerak pelaku berdasarkan rekaman CCTV dan informasi dari warga. Upaya pengejaran tetap berjalan aktif dengan fokus pada wilayah Tangerang Kota dan sekitarnya, meski identifikasi pelaku masih terkendala karena pelat motor palsu yang digunakan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya