Polisi Gagal Lacak Pelaku Penculikan Anak Gara-gara Pelat Motor Palsu
Tim kepolisian kesulitan melacak pelaku penculikan dua anak perempuan di Kalideres karena menggunakan pelat nomor kendaraan palsu yang mengaburkan identitas.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 23.18 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Petugas kepolisian menghadapi tantangan serius dalam menangkap pelaku penculikan dan perampasan emas terhadap dua anak perempuan di wilayah Kalideres, Jakarta Barat. Kepolisian menyebut salah satu kendala utama adalah penggunaan pelat kendaraan palsu oleh tersangka, yang membuat identifikasi melalui sistem registrasi kendaraan menjadi tidak memungkinkan. Kepala Sektor Kalideres, Kompol Rihold Sihotang, menjelaskan bahwa semua rekaman kamera pengawas (CCTV) yang diperiksa tidak berhasil mengungkap pelaku karena pelat motor yang digunakan tidak sesuai data resmi.
Tim penyidik telah melakukan pengecekan langsung ke Samsat Tangerang untuk memverifikasi pelat nomor, namun hasilnya tidak menghasilkan informasi identitas pelaku. Meski demikian, dari analisis rekaman CCTV, polisi menduga pelaku adalah seorang perempuan dewasa yang bergerak dari lokasi kejadian menuju arah Tangerang Kota. Pemeriksaan berlanjut dengan menyisir sejumlah titik kamera di sepanjang rute yang ditempuh korban, termasuk wilayah Tegal Alur dan sekitarnya, sebagai upaya memperjelas gerak-gerik pelaku.
Peristiwa bermula pada Rabu sore, 30 September, saat dua anak perempuan berusia 9 dan 8 tahun, bernama KI dan CI, berangkat dari rumah menuju rumah tante untuk mengikuti les. Perjalanan yang biasanya hanya memakan waktu lima menit, justru tidak kunjung selesai. Setelah menunggu hampir satu jam tanpa kabar, keluarga mulai curiga dan langsung melakukan pencarian di sepanjang rute yang biasa dilalui. Sepeda kedua korban akhirnya ditemukan tergeletak di gang belakang rumah tante mereka, menandakan adanya kejadian tidak wajar.
Korban pertama, KI, ditemukan sekitar pukul 17.50 WIB di kawasan Pegadungan, dalam kondisi syok dan linglung. Pelaku menurunkannya di tepi jalan dan mengarahkannya masuk ke permukiman padat. Sementara sang adik, CI, baru ditemukan setelah waktu Isya, sekitar pukul 19.00 WIB, di sebuah rumah kosong di daerah Gempol Payak, dekat Bandara Soekarno-Hatta. Keduanya sempat menolak berbicara dan hanya memberikan isyarat tunjuk tangan sebelum akhirnya mau berkomunikasi setelah dibawa ke Pos RW.
Berdasarkan keterangan korban, pelaku mengintimidasi dan mendoktrin mereka agar tidak berbicara dengan siapa pun, serta mengambil kalung emas milik keduanya. Polisi telah memeriksa saksi, melakukan olah TKP, serta memetakan gerak pelaku berdasarkan rekaman CCTV dan informasi dari warga. Upaya pengejaran tetap berjalan aktif dengan fokus pada wilayah Tangerang Kota dan sekitarnya, meski identifikasi pelaku masih terkendala karena pelat motor palsu yang digunakan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Wali Kota Saint Denis Jadi Pelindung Demonstran Saat Kekerasan Aparat Meningkat
Wali Kota Saint Denis, Bally Bagayoko, menjadi sorotan global setelah terekam melindungi demonstran dari tindakan kekerasan polisi dalam aksi protes yang berlangsung di kota tersebut.
7 Oktober 2026

Febrie Adriansyah Didakwa Terima Uang Rp12 Miliar dari Kasus Tol Layang MBZ
Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus didakwa menerima uang total Rp12 miliar dari dua perusahaan terkait penanganan perkara korupsi pembangunan Tol Layang MBZ.
7 Oktober 2026

KPK Minta Keterangan Nusron Wahid Terkait Kasus Suap HGB
KPK meminta keterangan eks Menteri ATR/BPN Nusron Wahid untuk melengkapi penyelidikan dugaan suap pengurusan HGB dan gratifikasi, dengan jadwal pemeriksaan akan disesuaikan.
7 Oktober 2026

Presiden Prabowo Sampaikan Taklimat kepada 800 Perwira Tinggi TNI-Polri
Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada 800 perwira tinggi TNI dan Polri di Istana, menyampaikan gambaran kondisi bangsa sebagai persiapan kepemimpinan dua tahun ke depan.
7 Oktober 2026
Berita Lainnya

Wali Kota Prancis Berdiri di Depan Demonstran Pelajar Saat Aparat Bentrok
Rabu, 7 Oktober 2026, 23.24 WITA

Rabi Haredi Israel: Pemerintahan Arab Lebih Baik untuk Wilayah Ini
Rabu, 7 Oktober 2026, 23.23 WITA

Orang Tua Diminta Tanggung Jawab atas Kerusakan Akibat Aksi Pelajar Prancis
Rabu, 7 Oktober 2026, 23.23 WITA

Subsidi Pemerintah Tekan Biaya Haji 2027
Rabu, 7 Oktober 2026, 23.22 WITA

Pemerintah Siap Atur Upah dan Jaminan Sosial Pekerja Platform Digital
Rabu, 7 Oktober 2026, 23.22 WITA

Andi Azwan Sebut Ray Rangkuti Provokator Isu Pemakzulan Gibran
Rabu, 7 Oktober 2026, 23.22 WITA

AI Ubah Kerja Kantor: Satu Jam Jadi Detik
Rabu, 7 Oktober 2026, 23.22 WITA

Polemik Ijazah Gibran Dorong Evaluasi Aturan Pendidikan Calon Pejabat
Rabu, 7 Oktober 2026, 23.21 WITA

