Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Polkadot Bangkit Kembali di Era 2026

Motif titik-titik klasik kembali mendominasi dunia mode global, dipopulerkan oleh selebritas dan ikon budaya modern.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 22.15 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Polkadot Bangkit Kembali di Era 2026📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Motif polkadot yang sempat menghilang dari ranah mode kini kembali menarik perhatian dunia, muncul dalam berbagai koleksi busana di tahun 2026. Dari ranjang runway hingga pakaian sehari-hari, titik-titik bulat yang awalnya identik dengan gaya retro kini hadir dalam versi modern, dikenakan oleh selebritas global seperti Ariana Grande, Olivia Rodrigo, dan artis K-pop Jung Chae-yeon. Kembalinya polkadot bukan sekadar kejutan, melainkan bagian dari siklus berulang yang khas dalam dunia fashion.

Sejarah motif ini berakar jauh, sebelum menjadi ikon era 1950-an. Awalnya, polkadot muncul sebagai pola tekstil yang dibuat lebih rapi berkat kemajuan teknologi tekstil pada masa Revolusi Industri. Istilah "polka dots" sendiri pertama kali digunakan dalam media cetak pada 1857 oleh Godey's Lady's Book, merujuk pada kain bermotif bulat. Nama tersebut terinspirasi dari tarian populer bernama polka yang marak di Eropa dan Amerika pada abad ke-19, yang kemudian melahirkan istilah berbasis budaya tersebut.

Popularitas polkadot melejit pada era 1920-an ketika Norma Smallwood, perempuan pertama dari komunitas Native American yang meraih gelar Miss America, mengenakan pakaian renang bermotif titik. Di tahun 1930-an, Disney memperkuat citra polkadot melalui karakter Minnie Mouse yang secara konsisten mengenakan busana dengan pola tersebut. Era 1950-an menjadi puncaknya, dengan figur seperti Marilyn Monroe dan Elizabeth Taylor yang memakai polkadot dalam penampilan publik, sementara Christian Dior memasukkannya ke dalam koleksi New Look-nya yang fenomenal.

Bergeser ke era 1960-an hingga 1990-an, polkadot tetap eksis dalam gaya mod, diusung oleh tokoh seperti Twiggy, Goldie Hawn, Princess Diana, Julia Roberts, dan Prince. Kini, di tahun 2026, motif ini kembali muncul tidak sebagai nostalgia, melainkan sebagai ekspresi gaya baru. Studi dalam bidang fashion menunjukkan bahwa tren berulang karena preferensi konsumen bergerak secara dinamis—saat sesuatu terlalu umum, ia ditinggalkan, namun setelah masa tertentu, kembali terasa segar karena dianggap baru oleh generasi muda.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya