Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Polri Perkenalkan Logo dan Posko Baru untuk Dekatkan Hubungan dengan Rakyat

Polri resmikan logo dan posko baru sebagai bentuk komitmen memperkuat kemitraan dengan masyarakat serta meningkatkan kualitas pelayanan publik secara transparan dan akuntabel.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 17.56 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 30x dibuka
Polri Perkenalkan Logo dan Posko Baru untuk Dekatkan Hubungan dengan Rakyat📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Polri secara resmi meluncurkan logo dan posko baru yang diberi nama Polisi Bersama Masyarakat, menandai langkah strategis dalam mempererat hubungan dengan warga. Peluncuran ini dilakukan sebagai bentuk nyata dari upaya institusi untuk membangun kepercayaan publik melalui pelayanan yang lebih responsif, terbuka, dan berbasis kolaborasi. Logo yang diperkenalkan menggambarkan simbol kerja sama, dengan tangan yang saling berjabat sebagai representasi kepercayaan bersama antara kepolisian dan masyarakat.

Posko Polisi Bersama Masyarakat dirancang sebagai pusat koordinasi yang mendorong sinkronisasi pelaksanaan program prioritas Kapolri. Fungsinya mencakup pemantauan realisasi kebijakan, penghimpunan data, serta evaluasi berkala terhadap pelaksanaan tugas. Dengan sistem ini, arahan strategis dapat ditindaklanjuti secara tepat oleh satuan pelaksana sesuai kewenangan, sambil memastikan akuntabilitas dan transparansi dalam penggunaan anggaran serta penanganan pelanggaran yang ditemukan.

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, menegaskan bahwa keberadaan posko bukan sekadar simbol, melainkan alat operasional untuk mewujudkan komitmen bersama. Ia menekankan bahwa kehadiran Polri harus dirasakan secara nyata oleh masyarakat, baik dalam penegakan hukum maupun pelayanan sehari-hari. “Kepercayaan publik dibangun bukan dari pernyataan, tetapi dari konsistensi dalam tindakan dan keterbukaan terhadap masukan,” ujarnya.

Melalui posko ini, Polri memastikan aspirasi masyarakat dapat tersalurkan lebih cepat, sementara evaluasi program dilakukan secara berkelanjutan untuk memperbaiki kinerja. Hasil pemantauan akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi perbaikan, sehingga kebijakan yang diterapkan semakin selaras dengan kebutuhan dan harapan masyarakat. Semangat kolaboratif ini menjadi fondasi utama dalam mewujudkan keamanan yang berkelanjutan dan berbasis partisipasi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya