Potensi Panas Bumi RI Belum Terealisasi Maksimal
Indonesia memiliki potensi panas bumi hingga 24 gigawatt, namun realisasi pembangkit masih terkendala risiko tinggi dan biaya besar, meski perusahaan targetkan kapasitas 1,8 GW pada 2034.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 23.03 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 59x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indonesia diperkirakan memiliki cadangan energi panas bumi mencapai 24 gigawatt, menjadikannya salah satu negara dengan potensi terbesar di dunia. Namun, pemanfaatannya secara komersial masih terhambat oleh kompleksitas teknis dan tingginya risiko eksplorasi. Proses pengeboran untuk menemukan sumber uap panas bumi memiliki tingkat keberhasilan sekitar 50 persen, yang menimbulkan potensi kerugian besar jika sumber tidak ditemukan.
Perusahaan pengelola panas bumi, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), menekankan pentingnya pendekatan terintegrasi mulai dari eksplorasi hingga operasional pembangkit. Direktur Operasi PGEO, Andi Joko, menjelaskan bahwa keberhasilan proyek tergantung pada keberlanjutan investasi dan manajemen risiko yang cermat. Saat ini, kapasitas yang dioperasikan perusahaan baru mencapai 727 megawatt, dengan target peningkatan menjadi 1.000 megawatt pada 2028 dan 1,8 gigawatt pada 2034.
Peningkatan kapasitas ini memerlukan pendanaan besar, diperkirakan mencapai antara 5 hingga 6 juta dolar AS per megawatt, tergantung kondisi lokasi dan infrastruktur pendukung. PGE memanfaatkan berbagai sumber pendanaan, termasuk hasil IPO dan kemitraan dengan PLN, serta fokus pada wilayah strategis seperti Lahendong, Lumut Balai, dan Ulubelu untuk memperluas jangkauan eksplorasi.
Tantangan pengembangan panas bumi bukan hanya soal teknis, tetapi juga waktu. Menurut Staf Khusus Wapres Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Tina Talisa, proses dari perizinan hingga operasional komersial bisa memakan waktu lima hingga enam tahun. Ia menekankan bahwa keberlanjutan dan kolaborasi lintas sektor—pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat lokal—adalah kunci utama.
Pemanfaatan panas bumi juga perlu meluas di luar produksi listrik. Di kawasan seperti Kamojang, energi panas bumi dimanfaatkan untuk pertanian berbasis panas dan pengembangan usaha mikro. Dengan demikian, manfaat energi terbarukan ini tidak hanya berdampak pada pasokan listrik, tetapi juga pada kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

14 Lokasi Piknik Unik yang Menyuguhkan Sejarah dan Keindahan Tak Biasa
Berbagai tempat piknik di dunia menawarkan pengalaman berbeda, dari bekas tambang hingga reruntuhan kastel, dengan nuansa sejarah dan alam yang menarik.
24 Oktober 2026

16 Wilayah Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini
BMKG memperingatkan 16 wilayah di Indonesia berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat serta angin kencang, didorong dinamika atmosfer regional dan lokal pada Sabtu (24/10).
24 Oktober 2026

Musim Hujan 2026/2027 Tiba Lebih Lambat, BMKG Peringatkan Potensi Bencana
Prediksi BMKG menunjukkan musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia mulai mundur hingga November hingga Desember, dengan risiko banjir dan longsor meningkat di akhir tahun.
24 Oktober 2026

NASA Tancap Gas untuk Misi Pendaratan Manusia di Bulan 2028
NASA menegaskan komitmen mendaratkan astronot di permukaan bulan pada 2028 melalui misi Artemis IV, dengan dukungan SpaceX dan Blue Origin dalam pengembangan wahana pendaratan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

