Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

PPRE Resmi Bubarkan Anak Usaha Tak Aktif

PT Pembangunan Perumahan Presisi Tbk resmi memutuskan pembubaran dan likuidasi PT Presisi Sumber Anugerah sebagai bagian dari evaluasi strategi bisnis grup.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 64x dibuka
PPRE Resmi Bubarkan Anak Usaha Tak Aktif📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perseroan mengumumkan keputusan pembubaran PT Presisi Sumber Anugerah (PSA) yang diikuti proses likuidasi, sejalan dengan hasil evaluasi menyeluruh terhadap struktur dan arah pengembangan usaha grup. Langkah ini diambil karena PSA dinilai tidak lagi selaras dengan fokus strategis perusahaan serta belum beroperasi secara aktif sejak beberapa periode terakhir, sehingga tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja operasional maupun pencapaian tujuan bisnis.

PSA, yang secara tidak langsung dimiliki oleh PPRE dengan kepemilikan saham 51 persen, telah dinyatakan tidak berfungsi secara operasional dan tidak memiliki aktivitas usaha yang nyata. Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia, manajemen menegaskan bahwa pembubaran dan likuidasi merupakan aksi korporasi yang disetujui melalui Keputusan Sirkuler Pemegang Saham, yang ditandatangani pada 19 Oktober 2026 oleh PPRE dan Koperasi Mitra Prima Selaras (KMPS), pemegang saham lain PSA.

Keputusan tersebut mencakup penunjukan Vendy Ardianto Utomo sebagai likuidator resmi yang berwenang melakukan seluruh tindakan hukum dan administratif terkait proses likuidasi sesuai ketentuan Anggaran Dasar PSA dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Proses likuidasi akan berlaku sejak tanggal ditandatanganinya keputusan sirkuler, dengan tujuan penyelesaian kewajiban, pengelolaan aset, dan pelunasan piutang secara tertib dan transparan.

Perusahaan menegaskan bahwa keputusan ini tidak memengaruhi operasional, aspek hukum, keuangan, maupun kelangsungan usaha utama PPRE. Seluruh aktivitas bisnis inti perusahaan tetap berjalan normal, tanpa gangguan signifikan. PPRE juga menyatakan bahwa tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan selain yang disampaikan dalam dokumen resmi terkait pembubaran PSA.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya