Prabowo Dorong Transisi Energi Berkelanjutan, METI Apresiasi Langkah Strategis
Pemerintahan Prabowo dinilai telah menunjukkan kepemimpinan kuat dalam akselerasi energi terbarukan, dengan sejumlah program strategis yang berdampak pada kemandirian, ekonomi rakyat, dan keberlanjutan lingkungan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 12.04 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 42x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Dua tahun kepemimpinan Prabowo Subianto menjadi titik tolak signifikan dalam percepatan transformasi sistem energi nasional, menurut evaluasi Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI). Organisasi tersebut menilai langkah-langkah terukur dalam pengembangan energi berkelanjutan telah menegaskan komitmen pemerintah terhadap ketahanan energi, industrialisasi, dan kesejahteraan masyarakat. Dalam keterangan resmi, Ketua Umum METI Norman Ginting menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan energi, kemandirian ekonomi, dan perlindungan lingkungan sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.
Program B50, yang diluncurkan pada Juli 2026, menjadi salah satu sorotan utama. METI mengapresiasi kebijakan pencampuran biodiesel 50 persen dalam solar, yang dinilai mampu menghentikan impor solar dan menghemat devisa hingga Rp170 triliun. Norman menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya terletak pada pengurangan ketergantungan impor, tetapi juga pada penguatan ekonomi petani dan pengembangan industri dalam negeri. Namun, ia juga menekankan perlunya pengelolaan insentif dan pembiayaan yang efisien agar keberlanjutan fiskal tetap terjaga.
Di sektor bahan bakar nabati, pemerintah juga menginisiasi program E20—pencampuran bensin dengan 20 persen bioetanol—yang berbasis pada bahan baku lokal seperti tebu, jagung, sorgum, dan singkong. METI menyambut baik langkah ini, sekaligus menekankan pentingnya kemitraan adil antara petani dan industri, serta pengelolaan lahan yang berkelanjutan tanpa mengorbankan ketahanan pangan. Kepastian penyerapan hasil produksi dan kebijakan yang transparan menjadi kunci keberhasilan rantai pasok energi nasional.
Pencapaian lain yang diapresiasi adalah komitmen pemerintah terhadap target pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 100 GWp. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi energi terbarukan dalam pasokan listrik, khususnya di wilayah terpencil dan kepulauan yang sebelumnya bergantung pada pembangkit diesel mahal. Integrasi dengan sistem penyimpanan energi, penguatan jaringan listrik, dan pengoperasian sistem yang optimal dinilai akan menekan biaya dan subsidi. Selain itu, percepatan pengolahan sampah menjadi energi juga mendapat dukungan, dengan fokus pada lokasi prioritas dan partisipasi pemerintah daerah serta mitra usaha.
Dukungan METI juga menyertai pengembangan berbagai sumber energi terbarukan lainnya, termasuk panas bumi, tenaga air, angin, biomassa, biogas, serta bahan bakar penerbangan dan hidrogen hijau sesuai kesiapan teknologi. Rencana penambahan kapasitas energi terbarukan dalam RUPTL PLN 2025–2034 yang mencapai 42,6 GW dan penyimpanan energi 10,3 GW, menyumbang 76 persen dari total rencana penambahan kapasitas 69,5 GW. Norman menegaskan bahwa kunci keberhasilan bukan hanya pada visi, tetapi pada realisasi proyek, kepastian regulasi, pembiayaan kompetitif, dan koordinasi lintas sektor.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

14 Lokasi Piknik Unik yang Menyuguhkan Sejarah dan Keindahan Tak Biasa
Berbagai tempat piknik di dunia menawarkan pengalaman berbeda, dari bekas tambang hingga reruntuhan kastel, dengan nuansa sejarah dan alam yang menarik.
24 Oktober 2026

16 Wilayah Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini
BMKG memperingatkan 16 wilayah di Indonesia berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat serta angin kencang, didorong dinamika atmosfer regional dan lokal pada Sabtu (24/10).
24 Oktober 2026

Musim Hujan 2026/2027 Tiba Lebih Lambat, BMKG Peringatkan Potensi Bencana
Prediksi BMKG menunjukkan musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia mulai mundur hingga November hingga Desember, dengan risiko banjir dan longsor meningkat di akhir tahun.
24 Oktober 2026

NASA Tancap Gas untuk Misi Pendaratan Manusia di Bulan 2028
NASA menegaskan komitmen mendaratkan astronot di permukaan bulan pada 2028 melalui misi Artemis IV, dengan dukungan SpaceX dan Blue Origin dalam pengembangan wahana pendaratan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

