Prabowo Dua Tahun: Transformasi Ekonomi dan Kesejahteraan Berbasis Kebijakan Negara
Dua tahun kepemimpinan Prabowo Subianto menunjukkan perubahan mendasar dalam arah kebijakan negara, ditandai pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, dan penguatan institusi untuk kesejahteraan rakyat.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 23.22 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 27x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Dalam dua tahun masa pemerintahan, Presiden Prabowo Subianto menunjukkan pergeseran paradigma kebijakan yang menekankan peran negara dalam memastikan distribusi manfaat ekonomi lebih merata. Menurut analis dari GREAT Institute, langkah-langkah strategis mulai dari penataan anggaran hingga penguatan kewenangan negara mencerminkan komitmen nyata untuk mengoreksi ketimpangan dan memperluas akses rakyat terhadap sumber daya ekonomi. Transformasi ini bukan sekadar kebijakan teknis, tetapi refleksi dari keberanian politik dalam mengarahkan negara ke arah yang lebih inklusif.
Pertumbuhan ekonomi pada 2025 mencapai 5,11 persen, melanjutkan tren positif dengan capaian triwulan I 2026 sebesar 5,61 persen—angka tertinggi untuk periode tersebut sejak 2012 menurut data BPS. Di sisi lain, tingkat kemiskinan turun dari 8,57 persen pada September 2024 menjadi 8,07 persen pada Maret 2026, menunjukkan penurunan sekitar 1,13 juta orang dari 24,06 juta menjadi 22,93 juta. Kombinasi kenaikan pertumbuhan dan penurunan kemiskinan menjadi indikator kuat bahwa kebijakan kesejahteraan telah mulai menghasilkan dampak nyata.
Penguatan hukum dan penegakan integritas juga menjadi bagian penting dari transformasi ini. Lembaga KPK mencatat hasil pemulihan aset korupsi sebesar Rp1,531 triliun pada 2025, lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini tidak hanya mencerminkan efektivitas penegakan hukum, tetapi juga membuka peluang untuk mengalokasikan kembali aset publik ke program pembangunan yang lebih berdampak langsung bagi masyarakat.
Di ranah kelembagaan, pembentukan Kementerian HAM dan Kementerian Kebudayaan menunjukkan komitmen terhadap perlindungan hak asasi dan pelestarian nilai-nilai budaya. Selain itu, penerbitan Keppres Nomor 17 Tahun 2025 yang memberikan amnesti kepada 1.178 terpidana menunjukkan pendekatan kemanusiaan dalam penegakan hukum. Semua langkah ini dipandang sebagai bagian dari upaya menyelaraskan kesejahteraan dengan martabat dan hak dasar warga negara.
Dengan hasil yang terukur dan arah kebijakan yang jelas, analis menilai bahwa pemerintahan Prabowo telah menetapkan fondasi kuat untuk masa depan yang lebih adil. Tantangan ke depan bukan pada pembuktian visi, melainkan pada konsistensi implementasi dan perluasan manfaat kebijakan ke seluruh lapisan masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

