Prabowo Resmikan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan
Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan sebagai langkah strategis memperkuat inklusi dan kesejahteraan finansial masyarakat.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 13x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi melantik Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan (DNKK) pada hari Kamis, 22 Oktober 2026, dalam acara Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Dalam pidatonya, ia menyatakan pembentukan lembaga ini sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memajukan kesejahteraan finansial rakyat secara menyeluruh. Ia menyampaikan pembentukan DNKK dengan mengucapkan bismillah, menandai dimulainya era baru dalam pendekatan kebijakan keuangan nasional.
DNKK merupakan evolusi dari Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI), yang sebelumnya fokus pada akses rekening bank. Namun, berdasarkan arahan Presiden, orientasi lembaga ini kini berubah secara signifikan, menekankan pada kesejahteraan keluarga melalui penguatan literasi dan akses keuangan yang inklusif. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa perubahan ini didasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2026, yang menegaskan pergeseran dari sekadar inklusi ke arah pemberdayaan ekonomi berkelanjutan.
Dalam struktur kepengurusan, Presiden Prabowo Subianto menjabat sebagai Ketua DNKK, sementara Airlangga Hartarto menjabat sebagai Ketua Harian. Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner OJK, menjadi Wakil Ketua, sedangkan Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjabat sebagai Wakil Ketua Harian. Seluruh menteri terkait turut menjadi anggota dewan, menunjukkan keterlibatan lintas sektor dalam upaya memperkuat ekosistem keuangan nasional.
Salah satu fokus utama DNKK adalah memperluas akses pembiayaan murah dan mudah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sebagai pilar utama pemberdayaan ekonomi rakyat. Inisiatif ini lahir dari hasil pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo dan Ratu Máxima pada November 2025, yang menekankan pentingnya kolaborasi global dalam membangun sistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan. Tujuan akhirnya adalah menciptakan masyarakat yang lebih mandiri secara finansial, terutama di wilayah terpencil dan daerah tertinggal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

