Prabowo Tekankan Sejahtera, Bukan Sekadar Kaya
Visi Presiden Prabowo adalah mewujudkan Indonesia sebagai negara sejahtera, bukan sekadar kaya, dengan pemerataan akses keuangan melalui indikator IKAD.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 17.48 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 64x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa tujuan utama pembangunan nasional bukan hanya mencapai kesejahteraan materi semata, melainkan memastikan semua lapisan masyarakat merasakan manfaat dari kemajuan ekonomi secara merata. Dalam paparannya di hadapan forum nasional, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa keinginan untuk tidak menjadi negara kaya semata dipicu oleh pengalaman negara-negara dengan pendapatan tinggi, di mana harga kebutuhan pokok cenderung melambung, menggerus daya beli rakyat.
Kebijakan ekonomi ke depan dirancang untuk mendorong Indonesia menjadi negara welfare state, di mana pemerataan ekonomi menjadi fondasi utama. Fokusnya bukan pada pertumbuhan bruto semata, tetapi pada peningkatan kualitas hidup rakyat, khususnya di wilayah terpencil dan kelompok rentan. Untuk itu, pemerintah meluncurkan Indeks Akses Keuangan Daerah (IKAD) sebagai alat ukur yang komprehensif untuk mengidentifikasi ketimpangan akses keuangan di tingkat kabupaten dan kota.
IKAD dirancang sebagai sistem pemantau yang terintegrasi, memungkinkan pemerintah daerah memahami kondisi lokal secara akurat. Dengan data yang terukur, kebijakan pembangunan ekonomi dapat disesuaikan dengan potensi dan tantangan masing-masing wilayah. Indikator ini bukan sekadar alat pelaporan, tetapi juga menjadi acuan strategis dalam perencanaan pembangunan berkelanjutan dan pengalokasian sumber daya yang lebih adil.
Pemerintah menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak diukur dari kenaikan pendapatan nasional semata, tetapi dari sejauh mana masyarakat menikmati layanan keuangan yang inklusif dan sesuai kebutuhan. Melalui IKAD, pemerintah mampu menemukan daerah dan kelompok yang masih tertinggal, lalu merancang intervensi kebijakan yang tepat sasaran. Tujuannya jelas: tidak ada wilayah dan tidak ada kelompok yang terpinggirkan dalam perjalanan menuju kesejahteraan nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Pemerintah dan Pertamina memastikan kesiapan operasional Kilang RDMP Balikpapan dengan progres 99 persen, demi menjaga keandalan pasokan energi nasional.
24 Oktober 2026

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Menteri Pertanian menekankan perlunya perbaikan rantai pasok pangan untuk mengatasi disparitas harga antara peternak dan konsumen di tengah ancaman iklim ekstrem.
24 Oktober 2026

48 Juta Keluarga Ditetapkan Jadi Penerima Bansos Digital hingga 2026
Pemerintah menargetkan 48 juta keluarga terdaftar dalam sistem Perlinsos Digital pada akhir 2026 sebagai bagian dari reformasi pendataan bantuan sosial.
24 Oktober 2026

Asep Surya Atmaja Dilantik Jadi Bupati Bekasi, Dedi Mulyadi Tekankan Layanan Kesehatan Prioritas
Asep Surya Atmaja resmi menjabat Bupati Bekasi definitif untuk sisa masa jabatan 2025–2030, dengan fokus utama pada peningkatan layanan kesehatan dan kesejahteraan warga asli.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Transmart Gelar Full Day Sale, Diskon Elektronik Hingga Jutaan Rupiah
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

BI Siapkan Insentif Kredit untuk Sektor Baru Prioritas
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

