Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prabowo Tekankan Sejahtera, Bukan Sekadar Kaya

Visi Presiden Prabowo adalah mewujudkan Indonesia sebagai negara sejahtera, bukan sekadar kaya, dengan pemerataan akses keuangan melalui indikator IKAD.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 17.48 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 64x dibuka
Prabowo Tekankan Sejahtera, Bukan Sekadar Kaya📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa tujuan utama pembangunan nasional bukan hanya mencapai kesejahteraan materi semata, melainkan memastikan semua lapisan masyarakat merasakan manfaat dari kemajuan ekonomi secara merata. Dalam paparannya di hadapan forum nasional, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa keinginan untuk tidak menjadi negara kaya semata dipicu oleh pengalaman negara-negara dengan pendapatan tinggi, di mana harga kebutuhan pokok cenderung melambung, menggerus daya beli rakyat.

Kebijakan ekonomi ke depan dirancang untuk mendorong Indonesia menjadi negara welfare state, di mana pemerataan ekonomi menjadi fondasi utama. Fokusnya bukan pada pertumbuhan bruto semata, tetapi pada peningkatan kualitas hidup rakyat, khususnya di wilayah terpencil dan kelompok rentan. Untuk itu, pemerintah meluncurkan Indeks Akses Keuangan Daerah (IKAD) sebagai alat ukur yang komprehensif untuk mengidentifikasi ketimpangan akses keuangan di tingkat kabupaten dan kota.

IKAD dirancang sebagai sistem pemantau yang terintegrasi, memungkinkan pemerintah daerah memahami kondisi lokal secara akurat. Dengan data yang terukur, kebijakan pembangunan ekonomi dapat disesuaikan dengan potensi dan tantangan masing-masing wilayah. Indikator ini bukan sekadar alat pelaporan, tetapi juga menjadi acuan strategis dalam perencanaan pembangunan berkelanjutan dan pengalokasian sumber daya yang lebih adil.

Pemerintah menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak diukur dari kenaikan pendapatan nasional semata, tetapi dari sejauh mana masyarakat menikmati layanan keuangan yang inklusif dan sesuai kebutuhan. Melalui IKAD, pemerintah mampu menemukan daerah dan kelompok yang masih tertinggal, lalu merancang intervensi kebijakan yang tepat sasaran. Tujuannya jelas: tidak ada wilayah dan tidak ada kelompok yang terpinggirkan dalam perjalanan menuju kesejahteraan nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya