Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Presiden Akan Resmikan Pagar dan Tanggul Gajah Way Kambas Akhir 2026

Pemerintah menyiapkan peresmian infrastruktur penahan gajah sepanjang 138 km di Taman Nasional Way Kambas pada akhir Oktober 2026, sebagai solusi konflik manusia-gajah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 23.25 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 31x dibuka
Presiden Akan Resmikan Pagar dan Tanggul Gajah Way Kambas Akhir 2026📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah pusat menargetkan peresmian proyek pagar dan tanggul gajah sepanjang 138 kilometer di Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, pada akhir bulan Oktober 2026. Keberadaan infrastruktur ini menjadi bagian dari program Bantuan Presiden yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menangani konflik berkepanjangan antara masyarakat dengan gajah liar.

Pembangunan pagar dan tanggul ini dilakukan secara bertahap di wilayah desa penyangga hutan, terutama di kawasan yang menjadi jalur migrasi gajah. Masyarakat setempat menyambut baik kehadiran struktur penahan tersebut, terutama di Desa Braja Luhur, yang menyatakan bahwa tinggi dan kemiringan tanggul telah sesuai dengan standar efektivitas dalam menghalau gajah memasuki area pertanian.

Di Desa Braja Kencana, sekitar 1 kilometer dari total 3 kilometer pagar gajah telah selesai dibangun hingga 100 persen. Kepala Desa setempat, Heru Setiawan, melaporkan bahwa sejak penyelesaian pembangunan, tidak ada lagi gajah yang masuk ke lahan pertanian warga. Selain pagar dan tanggul, pemerintah juga membangun view deck sebagai menara pengawas yang berfungsi untuk memantau gerak gajah liar dari jarak jauh.

Keberadaan view deck tidak hanya berfungsi sebagai alat pengaman, tetapi juga menjadi daya tarik wisata baru bagi masyarakat. Kunjungan warga ke area sekitar menara pengawas meningkat pesat, membuka peluang ekonomi bagi desa. Kepala Desa Braja Kencana menegaskan bahwa tiga komponen utama—pagar gajah, tanggul, dan view deck—akan dikembangkan sebagai destinasi wisata lokal yang berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya